Puluhan Pedagang di Komplek Pertokoan Pancor Minta Kejelasan Relokasi

Lombok Timur (Inside Lombok) – Puluhan pedagang di Komplek Pertokoan Pancor menggelar hearing bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur. Ini terkait program penataan kawasan Pancor dan para pedagang diminta pindah pada bulan Maret ini. Akan tetapi para pedagang meminta untuk pindah sampai selesai Idul Fitri.

Salah Seorang Pedagang, H Nasrullah mengatakan bahwa dirinya beserta pedagang lainnya di kawasan Pertokoan Pancor mendukung program pemerintah terkait dengan penataan tersebut. Hanya saja sampai saat ini untuk tempat relokasi para pedagang belum jelas.

Dikatakannya, para pedagang diminta agar mencari lokasi sendiri untuk lokasi berjualan atau pindah berdagang ke Pasar Masbagik. Tidak mungkin berjualan ke Pasar Masbagik, kata Nasrullah. Para pedagang dari Masbagik saja berjualan ke Pasar Pancor dan juga toko yang terdapat di Pasar Masbagik sangat kecil untuk menampung barang dagangan mereka.

“Pada hearing pertama, Pemda bersikeras untuk memulai program itu pada Maret ini, dan kami diminta mulai tanggal 15 Maret barang-barang harus sudah selsai dipindah. Tapi kami menolak,” jelas Nasrul kepada awak media saat hearing di Kantor Bakesbangpoldagri Lotim, Kamis (18/03/2021).

Sementara itu, Sekertaris Daerah Lotim H M Juaini Taofik mengatakan, program penataan kawasan Pancor tersebut guna mendukung wisata religi pahlawan Nasional yang ada di Pancor. Pemda tidak menggusur akan tetapi hanya menggeser para pedagang untuk berjualan ke Gelang yang merupakan sebagai pusat pertokoan nantinya.

“Para pedagang nantinya akan dipindahkan ke eks Terminal Pancor yang di mana akan dibangun sebagai tempat pusat pertokoan, mengingat Terminal Pancor saat ini sudah dipindah ke Pringgabaya,” ucap Juaini.

Adapun, jumlah pertokoan yang terdampak penataan di Pancor tersebut sekitar 40 pertokoan lebih. Kata Juaini, komplek pertokoan di eks Terminal Pancor tersebut nantinya juga akan dibentuk ruangan terbuka.

“Alhamdulillah dari hasil hearing hari ini dengan masyarakat dan pedagang sudah selesai, hanya persoalan waktu saja,” katanya.

Adapun Program penataan tersebut sebelumnya direncanakan pada akhir Bulan Maret ini. Namun dari hasil hearing dengan masyarakat dan para pedagang diundurkan hingga dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang.