Puluhan Rumah di BTN Kampung Baru Desa Tanjung Luar Terendam Banjir Luapan

34
Air banjir luapan yang merendam rumah warga, Rabu (23/11/2022). (Inside Lombok/Ist)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Lombok Timur (Lotim) menyebabkan banjir luapan yang merendam puluhan rumah di komplek perumahan nelayan. Tepatnya di BTN Kampung Baru Desa Tanjung Luar, dan Desa Pijot Kecamatan Keruak pada Rabu (23/11).

Camat Keruak, Ahmad Subahan mengatakan kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir sudah menjadi langganan banjir luapan. Terutama jika terjadi hujan dengan curah yang cukup tinggi dan ditambah dengan air laut yang mengalami pasang.

Hal tersebut diduga terjadi akibat dari penyempitan drainase atau selokan yang ada di wilayah sekitar. “Dalam beberapa hari ini curah hujan dan volume air hujan cukup tinggi ditambah air laut pasang serta terjadinya penyempitan dan sedimentasi saluran air sehingga sekarang kondisinya cukup parah,” ucap Subahan kepada Inside Lombok, Rabu (23/11).

Kondisi saluran air yang dikatakan sempit dan juga telah mengalami sedimentasi, tentu akan menghambat laju air serta volume tampungnya menjadi lebih sedikit. Adanya curah hujan yang cukup tinggi juga membuat volume air yang melewati saluran jadi melimpah hingga mengakibatkan banjir luapan.

“Ini kondisinya cukup parah, sehingga harus ada penanganan serius dari OPD terkait,” katanya. Sampah yang menyumbat saluran air pun sebelumnya telah dilakukan pembersihan dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Desa Pijot. Namun banjir luapan saat ini semakin meluas bahkan sampai masuk ke perumahan nelayan.

“Kondisi yang paling parah terjadi kemarin sore dan pagi ini,” jelasnya. Pihak kecamatan sendiri telah berkoordinasi dengan BPBD Lotim dan pihak terkait untuk penanganan banjir luapan.

Pembenahan yang dibutuhkan saat ini agar tidak terjadi banjir luapan yakni membenahi penyumbatan dan sedimentasi saluran air yg sudah ada. “Di wilayah ini kita butuhkan adanya penambahan saluran air dengan pembuangan ke laut karena sekarang ini sebagian saluran air pinggir jalan provinsi yang ada di jurusan Pijot- SMKN Kelautan Keruak masih terputus sehingga menggenangi kawasan sekitarnya dan pembenahan secara khusus wilayah genangan air,” pungkasnya. (den)