26.5 C
Mataram
Minggu, 26 Mei 2024
BerandaBerita UtamaRamai Protes Jalan Rusak Terong Tawah, Kadis PUTR Lobar: Jangan Sampai yang...

Ramai Protes Jalan Rusak Terong Tawah, Kadis PUTR Lobar: Jangan Sampai yang Melapor Masih KTP Mataram

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Terong Tawah – Karang Genteng kian memprihatinkan lantaran kerusakan parah yang terjadi tidak kunjung diperbaiki. bahkan tiap hujan turun, ruas jalan itu seolah menjadi kubangan.

Menanggapi hal itu, Kadis PUTR Lobar, Lalu Winengan menyebut bahwa timnya sudah beberapa kali turun melakukan pengecekan, dan panjang ruas jalan yang rusak itu tercatat kurang lebih sekitar 800 meter. Namun, pihaknya belum dapat memastikan perbaikan itu akan bisa dilakukan tahun ini.

Diakui, meski penanganan jalan itu diakuinya masuk dalam prioritas, namun realisasi perbaikannya saat ini masih terkendala anggaran. “Kalau untuk (penanganan) jalan Terong Tawah belum ada tahun ini, tapi kalau jalan ini bisa ditangani dengan anggaran DAK (dana alokasi khusus). Insyaallah saya prioritaskan. Akan saya usulkan,” ucap Winengan saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ia pun mempertanyakan alasan sebagian besar penghuni perumahan yang tinggal di Terong Tawah yang menurutnya masih ber-KTP luar Lobar. Padahal hal itu pun disebutnya menjadi kendala. “Makanya saya bilang, serahkan dulu fasumnya. Masyarakatnya ngelapor ke kita, tapi jangan sampai ini yang ngelapor masih ber-KTP Mataram, jadi kan orang gak percaya jadinya,” ketusnya.

- Advertisement -

Pihaknya cukup heran, kenapa masyarakat perumahan tersebut begitu berat untuk pindah dan mengganti alamat domisili mereka menjadi Lobar. “Apa sih dosanya dia mau pindah? Harapan kami, warga (perumahan) di Terong Tawah tidak hanya numpang. Jangan sampai nuntut, tapi numpang,” tegasnya.

Diakuinya, hal itu juga berpengaruh terhadap proses pemilihan kepala daerah yang akan mengurus Lobar ke depan. “Mereka tidak memilih pemimpin dan wakilnya di sini (Lobar), lalu mau serahkan dirinya ke mana?” tanya Winengan.

Kendati tak bisa dipungkiri yang turut merasakan dampak dari jalan rusak tersebut juga adalah warga Terong Tawah asli. Namun, sejauh ini, diakuinya belum ada masyarakat yang datang melapor langsung ke pihaknya. “Kalau dibilang sering dibahas di Musrembang, itu mungkin hanya dibahas di (tingkat) desa atau kecamatan. Mana pernah ada yang sampai sini (laporannya)?” bebernya.

Secara keseluruhan, diakuinya bahwa saat ini kelayakan ruas jalan di Lobar sudah mencapai 74 persen. Karena itu pihaknya akan berupaya menjadikan perbaikan jalan di Terong Tawah sebagai prioritas. Karena tak dapat dipungkiri bahwa kondisi jalan tersebut juga telah menghambat masyarakat yang sehari-hari harus berangkat beraktifitas melalui jalan itu. “Perencanaannya sudah ada, tinggal kita carikan anggarannya,” pungkasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer