RSUD Mataram Batasi Pintu Masuk Pengunjung Cegah Penyebaran Corona

Mataram (Inside Lombok) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah melakukan antisipasi pencegahan virus corona atau COVID-19, dengan membatasi pintu-pintu masuk bagi kunjungan keluarga pasien.

“Aturan itu sudah mulai kita terapkan, dan pengawasannya dilakukan lebih ketat,” kata Direktur Utama RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra di Mataram, Selasa.

Dikatakan, walaupun RSUD Mataram bukan merupakan rumah sakit resmi menjadi rujukan, namun upaya antisipasi tersebut harus dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama melakukan pencegahan wabah virus corona.

“Karena itu, setiap keluarga hanya satu orang yang diperbolehkan menjaga pasien dan harus menggunakan masker,” katanya dr Jack begitu Dirut RSUD Mataram ini akrab disapa.

Sementaran Dokter Spesialis Paru RSUD Kota Mataram dr Risky mendampingi dr Jack menambahkan, gejala terpaparnya virus corona, hari pertama sampai ketiga belum terlihat gejalanya.

“Kemudian pada hari keempat dan lima terasa demam tinggi, nyeri telan dan tidak enak makan. Bila suhu mencapai 37,5 hingga 38 harus lebih waspada,” katanya.

Warga yang mengalami hal itu, dianjurkan untuk segera diperiksakan dan melakukan isolasi, kemudian pihak rumah sakit akan melakukan eliminasi apakah ada infeksi atau tidak dan apakah sudah melakukan kontak erat atau tidak.

“Virus ini akan bertahan hingga 14 hari sembuh dengan sendirinya, namun dianjurkan untuk banyak beristirahat tidak berkumpul ditempat umum atau orang banyak,” katanya.

Sedangkan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) RSUD Kota Mataram dr Arif menyebutkan, salah satu upaya pencegahan virus corona, adalah menjaga ketahanan tubuh dan hindari tubuh yang lemah.

“Makan dan istirahat yang cukup serta banyak dan minum air putih yang banyak bisa menjadi cara pencegahan virus corona,” katanya.

Selain menjaga ketahan tubuh, lanjut Arif, masyarakat juga hendaknya menghindari tempat ramai, tempat wisata, tidak lupa mencuci tangan, menggunakan masker bagi yang sakit dan beresiko secara simultan.

“Jangan lupa, kita juga harus memperbanyak berdoa serta tetap tenang,” katanya. (Ant)