Serahkan Bantuan di Kampung Nelayan, PLN Peduli Disambut ‘Begawe Ngujur Ampenan’

20
Penyerahan bantuan PT PLN UIP Nusa Tenggara pada koperasi kelompok nelayan Tunas Harapan Kelurahan Ampenan Selatan (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – PT PLN UIP Nusa Tenggara menyerahkan bantuan puluhan jaring pukat ikan, dan bantuan pengembangan UMKM pada anggota koperasi kelompok nelayan Tunas Harapan Kelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Jumat (20/5) sore. Kedatangan PLN disambut dengan begawe atau tasyakuran oleh nelayan setempat.

Acara begawe berlangsung sederhana. Diiringi alunan musik dibawakan musisi Sasak, Kake Kholis dengan alat musik Penting Gambus yang merupakan tradisi musik pesisir Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat dan makan bersama.

Selain dihadiri anggota dewan Kota Mataram, acara tersebut juga diikuti Lalu Azwin Hamdani, selaku Penasihat Koperasi Tunas Harapan Gatep. Lalu Azwin Hamdani mengapresiasi aksi peduli PLN terhadap keberlangsungan hidup nelayan di Ampenan.

“Begawe ini bukan sekadar tentang bantuan, tapi harapan terbesar bisa terwujudnya hubungan emosional PLN dengan masyarakat nelayan,” ujar Mamiq Azwin sapaan akrab pria asal Ampenan ini.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi, Otong Sugiyono pada kesempatan itu menjelaskan bahwa PLN tidak hanya bertugas membangun infrastruktur ketenagalistrikan dan mendistribusikan listrik kepada pelanggan, tetapi juga harus memiliki peran dan turut andil dalam membangun masyarakat, terlebih lagi masyarakat di sekitar ring pembangunan aset PLN.

“Kelompok masyarakat nelayan Tunas Harapan berada di sekitar pembangunan PLTMGU Lombok Peaker, dan ini menjadi kewajiban kami untuk turut andil dalam mengembangkan masyarakat di sekitar,” kata Otong.

Bantuan jaring dan pengembangan UMKM untuk nelayan ini, merupakan program PLN Peduli yang memiliki semangat dari pilar Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan aksi korporasi terhadap program pembangunan sosial yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup.

“Jadi, masyarakat nelayan akan di dampingi mengembanban produk hasil tangkapan,dan hal ini guna meningkatkan nilai ekonomis dari hasil tangkapan tersebut melalui pengembangan produk jadi yg berbahan baku ikan laut,” ujar Otong

Otong berharap bantuan ini bisa dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin, dan dikembangkan untuk kemajuan masyarakat itu sendiri. “Penyaluran bantuan ini supaya dapat menjadi penguat dan stimulus yang mampu menciptakan proses yang mengembangkan potensi masyarakat nelayan,” tegasnya.

Berdasarkan hasil proses survey dan diskusi, PLN memiliki konsep pengembangan terkait bantuan tersebut. Apabila hanya memberikan bantuan jaring menurutnya, itu hanya konsep lama. “Dari hasil tangkapan, ikannya akan dibawa kemana,” tanya Otong.

Jikan hasil tangkapan dijual Rp40 ribu per kilogram menurut Otong, itu tidak seberapa. Yang diharapkan, bagaimana hasil laut itu dikelola untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Salah satu misalnya dikelola menjadi produk jadi seperti abon ikan.

“Saya yakin, konsep itu bisa memperoleh hasil yang lebih baik, dan kedepan kelompok masyarakat nelayan akan mengembangkan produk-produk lainnya, dan tidak hanya bertumpu pada satu produk akan tetapi produk yg dihasilkan harus dapat mengakomodir kapasitas masyarakat kampung nelayan” tutupnya.

PLN Peduli melaksanakan konsep penyaluran bantuan pengembangan usaha yang berkesinambungan, sehingga pemanfaat bantuan tersebut mampu menciptakan keseimbangan dan tentunya nilai tambah untuk menciptakan kesejahteraan bagi kelompok masyarakat penerima manfaat. (r)