Sudah Kondusif, Anggota Polisi dan TNI Bantu Bersihkan Sisa Kebakaran di Bima

Anggota TNI dan Polri bersama-sama membersihkan sisa kebakaran di Bima. (Inside Lombok/Humas Polda NTB)

Bima (Inside Lombok) – Personel Polri dari Polres Bima bersama anggota TNI dari Kodim 1608/Bima, Minggu (21/06/2020), gerak cepat membantu membersihkan puing-puing hitam, sisa kebakaran. Sebelumnya puluhan rumah warga dan fasilitas umum Desa Padolo Kecamatan Palibelo mengalami kebakaran. Diduga dilakukan warga Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Kapolda NTB melalui Kabid Humas Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si., Ahad (21/6) siang, melalui keterangan resmi menyampaikan bahwa kerja bhakti tersebut dipimpin langsung Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K.

“Kapolres Bima langsung memimpin kerja bhakti, untuk membersihkan puing-puing rumah warga dan fasilitas lain pasca kejadian pembakaran. Aksi kerja bhakti itu sebagai bentuk aplikasi keinginan Polri dalam hal ini Polda NTB, untuk selalu ada di tengah masyarakat dalam situasi dan kondisi apapun,” ungkap Artanto dalam siaran pers yang diterima Inside Lombok, di Mataram, Minggu (21/06/2020).

“Itulah yang ditekankan dan dipesankan Pak Kapolda, saat kunjungan ke semua Polres jajaran se-NTB beberapa waktu lalu,” lanjutnya.

Dikatakan, dalam kerja bhakti tersebut semua Pejabat Utama Polres Bima dibantu personel Kodim 1608/Bima, anggota Gerakan Pramuka Saka Wira Kartika, bersama masyarakat bahu membahu membersihkan puing-puing 23 unit bangunan sisa kebakaran.

“Sesuai data yang kami terima dari Polres Bima, ada 23 unit bangunan yang terbakar. Dimana ke-23 bangunan itu terdiri dari 10 rumah warga dan 2 bangunan fasilitas umum yakni kantor desa dan polindes masuk kategori rusak berat, sisanya 10 unit rumah warga mengalami rusak ringan pada bagian atap dan kaca jendela yang pecah,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Kabid Humas, guna keperluan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Kapolres Bima juga telah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh oleh provokasi atau propaganda dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Hal ini dilakukan agar supaya kejadian pembakaran itu dapat segera terselesaikan, demikian juga agar dampaknya tidak merembet kepada hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Pol. Artanto menjelaskan, berdasarkan laporan dari lapangan dikatakan bahwa hingga saat ini kondisi di lokasi telah kondusif. Warga yang mengungsi karena merasa ketakutan oleh kejadian pembakaran, saat ini telah mulai kembali ke lokasi.

“Di lokasi kami sudah dirikan posko pengamanan agar warga merasa aman, juga dapur lapangan untuk warga yang menjadi korban pembakaran di bawah koordinasi Dinas Sosial dan BPBD,” ujarnya.

Diungkapkan, Kapolres Bima bersama segenap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bima, akan berusaha semaksimal mungkin mencari jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan untuk saat ini didirikan tenda lapangan serta dapur lapangan oleh Dinas Sosial dan BPBD setempat.

Untuk diketahui, pembakaran tersebut terjadi pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 09.00 Wita, yang dipicu kasus pembacokan dua warga Desa Talabiu oleh dua warga Desa Padolo pada Jumat (19/6) sekitar pukul 21.00 Wita. Kasus pembacokan itupun telah dalam penanganan Polres Bima.

Karena itu, Kabid Humas mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB, agar dalam setiap persoalan atau permasalahan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

“Mari kita junjung tinggi adat ketimuran kita, bahwa segala persoalan selalu bisa dimusyawarahkan. Orang-orang tua kita sejak dulu telah menanamkan pada diri kita, sebagai anak bangsa kita harus bergandengan tangan, saling asah dan saling asuh. Dengan demikian, maka tidak ada yang tidak bisa diselesaikan,” imbaunya.