Terdampak Longsor di Pinggir Sungai, Tiga Rumah di Desa Bengkel Roboh

111
Kondisi rumah warga yang terdampak longsor di tepi sungai di Dusun Bengkel Utara (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sebanyak tiga rumah warga di Dusun Bengkel Utara, Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi rusak berat hingga roboh akibat longsor di pinggiran sungai dusun setempat, Minggu (20/11) siang kemarin. Ketiga rumah itu tercatat ditinggali lima orang kepala keluarga (KK).

Panjang longsor yang menyebabkan rumah warga roboh tersebut sekitar 15 meter. Dengan kondisi sungai yang cukup besar, meskipun pada saat kejadian debit air disebut tidak terlalu besar, aliran sungai tersebut memang merupakan terusan dari sungai di Desa Merembu yang juga sempat meluap beberapa waktu lalu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar, Hartono Ahmad menyebutkan pihaknya langsung turun untuk melakukan pengecekan dan membangun tenda untuk para korban terdampak. “Tiga rumah rusak berat, untuk sementara sudah ada tenda dari BPBD dan Dinas Sosial untuk korban,” tutur Hartono, Senin (21/11/2022).

Para korban saat ini ada yang mengungsi di tenda dan juga menumpang di rumah kerabat mereka yang lokasinya dekat dengan rumah mereka. Pihak BPBD Lobar pun saat ini sudah berkoordinasi dengan Perkim untuk memberikan bantuan. “Kita koordinasikan dengan perkim untuk bantuannya,” imbuh dia.

Sementara dari BPBD Lobar sendiri, disebut Hartono akan mengusulkan untuk bisa memberikan bantuan berupa material bangunan. Seperti spandek dan kayu untuk perbaikan rumah mereka.

Dikonfirmasi terpisah, PLT Camat Labuapi, Lalu Rifandhani menuturkan dari hasil pantauan lapangan yang sudah dilakukan pihaknya dan laporan yang diterima dari masyarakat, sejak kejadian pada Minggu siang kemarin Pemda Lobar langsung memberikan bantuan kepada para korban.

Dari tiga rumah yang rusak yang diisi oleh lima KK, masing-masing sudah dibangunkan tenda. Karena para korban sudah tidak berani tinggal dirumah mereka, lantaran takut potensi longsor susulan yang bisa saja terjadi. Terlebih ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Warga takut untuk tinggal di rumah, makannya mereka memilih tinggal di tenda yang tidak jauh dari rumahnya,” beber dia.

Bantuan yang sudah diterima para korban, yaitu ada dari dinas, dan ada juga dari PMI dan BPBD, serta dari pemerintah Desa Bengkel juga. Karena Desa Bengkel memiliki lumbung bencana, sehingga jika ada bencana, pemdes sudah memiliki stok bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah Desa Bengkel memiliki Lumbung Bencana, ketika ada bencana menimpa masyarakat, langsung bisa diberikan bantuan dari Desa,” paparnya.

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, pihak desa sudah bersurat ke BWS, karena ini masuk dalam ranah BWS. “Sungai yang longsor ini, tembusan dari sungai yang banjir di Merembu itu,” tandasnya. (yud)