Tes Pertama Pramusim MotoGP Sukses, Lintasan Sirkuit Dipastikan Tak Berlumpur Lagi

135
Pembalap MotoGP saat tes pramusim di Sirkuit Mandalika, Jumat (11/2). (Inside Lombok/Agam)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Tes pramusim hari pertama MotoGP 2022 sukses dirampungkan para pembalap di Sirkuit Mandalika. Pada tes perdana itu, para pembalap menikmati lintasan tanpa kendala dan mengoptimalkan setingan terbaik untuk menghadapi seri berikutnya.

Direktur utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria menerangkan para pembalap mengaku puas dengan kondisi sirkuit di Mandalika. “Yang saya lihat hari ini semua pembalap keluar masuk lintasan. Masuk kemudian ganti seting mesin dan keluar lagi, artinya masing- masing pembalap menikmati lintasan dan mencoba setingan terbaik untuk menghadapi seri- seri balap berikutnya,” ujarnya.

Terkait insiden adanya lumpur di sirkuit, Prihandi mengaku masih mencari sumber permasalahannya.Namun diakui sebelum balapan, memang ada petugas marshall menggunakan bus dari tengah lintasan.

“Mungkin dari salah satu bus ada yang membawa lumpur dan terlepas,” jelasnya. Mengantisipasi terulangnya permasalahan itu, pada tes kedua pramusim hari ini pengaturan kendaraan marshall akan dilakukan di sisi luar lintasan.

Untuk itu, MGPA menyiapkan dua kendaraan. “Mulai besok Dorna meminta bagi marshall dari lintasan luar dan dalam, masing-masing sendiri,” terangnya.

Selain lumpur, Priandhi mengaku serpihan ban dari pembalap juga jadi hal yang dibenahi di lintasan. Namun mobil lintasan telah membersihkan areal-areal khusus yang dirasa perlu dibersihkan.

“Rencana kita setelah selesai tes baru kita bersihkan seluruh track satu lintasan. Kemudian kita tutup track, tidak akan kita pakai sampai MotoGP,” ungkapnya. Pada sesi perdana pramusim kemarin para pembalap dikatakan Priandhi mengaku ada pengaruh karena sirkuit yang baru pertama kali dijajal. Sehingga mereka mengatakan terus mencoba mencari pengaturan motor yang sesuai, khususnya ban, karena suhu yang panas.

Ban motor tersebut harus menyesuaikan suhu mulai dari pagi hingga sore berbeda-beda. Artinya jenis ban yang digunakan bisa menyesuaikan perubahan suhu. “Misal pagi oksigen lebih banyak dan suhu lebih dingin maka mesin lebih kencang. Siang oksigen lebih panas, udara lebih pelan maka campuran juga berbeda- beda. Kombinasi ini semua yang membuat mereka keluar masuk, karena nyari seting tidak gampang di kondisi lintasan baru dengan kondisi cuaca yang berubah,” jelasnya.

Pramusim sendiri dikatakannya sebagai catatan para kru dan pembalap untuk MotoGP mendatang. “Ini lintasan kali pertama mereka turun. Pasti mereka meraba-raba, karena gayanya juga berbeda-beda. Motor juara dunia yang digunakan orang lain belum tentu kencang juga,” tegasnya. (r)