Tim Sar Cari Bocah Dan Seorang Nelayan Tenggelam

Tim SAR gabungan menyisir perarian laut untuk menemukan seorang nelayan bernama Satari (50), yang tenggelam di sekitar perairan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Jumat (20/12/2019). (Inside Lombok/ANTARA/HO/Basarnas)

Mataram (Inside Lombok) – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan pencarian seorang bocah bernama Aby (5), yang tenggelam di sungai dan nelayan bernama Satari (50), yang hilang di perairan laut Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

“Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga hari ini,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya di Mataram, Jumat.

Aby, warga Dusun Sangiang, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, dilaporkan tenggelam di sungai desa setempat, pada Kamis (19/12/2019), sekitar pukul 14.00 WITA.

Aby dikabarkan pergi mandi bersama teman sebayanya di sungai sebelah kantor unit BRI Ambalawi desa setempat. Ia diperkirakan tenggelam setelah terseret arus sungai saat mandi.

Sedangkan Satari dilaporkan hilang ketika sedang memancing ikan di sekitar perairan laut Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pada Kamis (19/12/2019), sekitar pukul 16.00 WITA.

Satari merupakan salah seorang Dusun Kuranji Bangsal, Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Nelayan itu pergi melaut untuk memancing ikat tongkol bersama rekan-rekan sesama nelayan dan masing-masing memakai perahunya sendiri-sendiri, namun sekitar pukul 17.00 WITA, Satari tidak terlihat lagi.

Seorang nelayan hanya menemukan perahu milik korban yang terapung di tengah laut dengan posisi mesin masih dalam keadaan hidup di wilayah Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong.

Nyoman menjelaskan Tim SAR gabungan melakukan pencarian kedua korban dengan menyisir sungai dan perairan laut menggunakan perahu karet bermesin. Namun, pada hari pertama pencarian tidak membuahkan hasil.

“Upaya pencarian dilanjutkan hari ini. Tim SAR gabungan yang terlibat berasal dari anggota Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, unsur TNI-Polri, dan masyarakat,” katanya. (Ant)