TPA Regional Kebon Kongok Mulai Beroperasi

Sejumlah armada pengangkut sampah dari Kota Mataram, sudah kembali memanfaatkan Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala.ist)

Mataram (Inside Lombok) – Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok, sebagian sudah mulai beroperasi, kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Irwan Rahadi.

“Proses pemadaman api tetap berjalan, yang dibuka ini adalah bagian pada zona yang sudah dinyatakan aman oleh petugas,” kata Irwan Rahadi di Mataram, Rabu.

Dengan demikian, katanya, mulai pukul 09.00 WITA tadi, puluhan armada pengangkut sampah Kota Mataram sudah diarahkan langsung membuang ke TPAR sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Ketentuan yang dimaksudkan adalah pengaturan waktu pembuangan dan lokasi zona pembuangan agar tidak mengganggu proses pemadaman yang masih berlangsung,” katanya.

Untuk mengoptimalkan pengangkutan, saat ini satu armada diberikan kesempatan maksimal membawa sampah ke TPAR sebanyak tiga kali. Dengan total armada yang dimiliki DLH saat ini sebanyak 36 unit, baik itu jenis dum truk, amrol maupun pick up.

Sementara, lanjut Irwan, tempat pembuangan sementara (TPS) darurat di Kebon Talo untuk hari ini masih boleh digunakan tapi khusus untuk kendaraan roda tiga.

“TPS darurat masih hari ini masih kita gunakan sambil kita evaluasi dan menyelesaikan timbunan sampah yang ada,” katanya.

DLH menargetkan, ujarnya paling lambat TPS darurat akan ditutup permanen minggu depan dengan catatan TPAR kembali beroperasional secara normal seperti sebelum terjadi kebakaran.

“Kebakaran di areal TPAR salah satunya dipicu karena banyaknya sampah yang belum diratakan. Semestinya, begitu sampah datang langsung diratakan,” ujarnya.

Berdasarkan data DLH Kota Mataram, tambahnya, produksi sampah di Mataram sekitar 340 ton lebih per hari. Sementara, pengurangan sampah yang dilakukan masyarakat melalui bank sampah di masing-masing depo dan TPS hingga saat ini tercatat sebesar 3,4 persen atau sekitar 11 ton per hari. (Ant)