Viral Video Wisatawan Alami Catcalling di Trawangan, Jadi Atensi Pemerintah

1075
Ilustrasi Gili Trawangan (Image Source : Grid.ID)

Mataram (Inside Lombok) – Ketidaknyamanan wisatawan saat berlibur di Gili Trawangan menjadi isu yang viral beberapa waktu belakangan, terutama setelah salah seorang wisatawan yang pernah berlibur ke sana mengungkapkan pengalamannya mendapat catcalling. Isu itu pun menjadi perhatian pemerintah daerah, baik di Kabupaten Lombok Utara (KLU) maupun NTB.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi mengatakan terkait video yang beredar di jagat maya tentang ketidaknyamanan wisatawan yang berlibur ke Gili Trawangan itu pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah KLU melalui Dinas Pariwisata. Terutama untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, berikut kronologis kejadian terhadap apa yang diunggah melalui video yang viral tersebut.

“Bersama Dispar KLU kita akan telusuri kebenaran peristiwa tersebut, karena dalam unggahannya tidak jelas lokus (tempat persis) kejadiannya,” ungkap Yusron Hadi, Jumat (16/9). Menurutnya, hal ini penting menjadi perhatian lantaran memberi citra yang buruk pada pariwisata NTB, khususnya di wilayah gili di KLU.

Di sisi lain, pihaknya berusaha menelusuri lokasi persis kejadian serta oknum yang mungkin dirujuk dalam video unggahan wisatawan itu. Diakui Yusron, semua pihak harus arif menerima informasi dari sosial media, terlebih dengan hebohnya video yang beredar belakangan ini.

“Kita bersama Dispar KLU siap mendalami hal ini dan bila betul kejadiannya jelas di mana dan pelakunya ya tentu kita merasa prihatin dan mendorong diambil tindakan tegas, sesuai ketentuan oleh pihak yang memiliki kewenangan,” terangnya.

Namun jika berita tersebut tidak benar maka ini juga disayangkan terjadi. Karena di tengah kondisi kunjungan wisatawan yang ke gili pasca pandemi saat ini sedang dalam masa puncak. Di mana kunjungan per hari bisa melampaui angka 1000 orang.

“Kita bersama-sama harus solid menjaga kondusifitas dan memberi keyakinan kepada seluruh wisatawan yang berkunjung ke gili, mendapatkan kesempatan berlibur dalam suasana bahagia dan aman,” ucapnya.

Lebih lanjut, harus dipahami juga bahwa pariwisata adalah bisnis pelayanan yang sudah menjadi keharusan bersama menciptakannya sebaik mungkin. Bahkan para pelaku usaha wisata maupun stakeholder tidak saja di gili, tetapi di tempat-tempat destinasi lainnya di Lombok dan Sumbawa.

NTB juga disebutnya sudah menghadirkan pelayanan yang berkualitas dan menjamin wisatawan nyaman berada di destinasi yang ada. “Segera kami bertemu dengan perwakilan pelaku usaha pariwisata gili dan juga Dispar KLU untuk mendalami berita ini. Besok pertemuan kami di KLU, saat ini Dispar KLU dulu sedang turun lakukan investigasi,” jelasnya. (dpi)