Polda NTB: Segera Laporkan Kasus Penyelewengan BLT BBM

148
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Setelah pemerintah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp600 ribu, muncul kabar pemotongan dana bantuan yang dilakukan oleh oknum tertentu. Menyikapi desas-desus itu, Polda NTB meminta masyarakat segera melaporkan ke pihak berwajib jika mendapati adanya penyelewengan tersebut.

“Silahkan dilaporkan kepada pihak berwenang pada masalah tersebut. Nanti kita akan selidiki laporannya, masalahnya seperti apa,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, Jumat (16/9).

Beberapa waktu lalu, Dinas Sosial NTB juga mendapatkan laporan adanya dugaan pemotongan dana BLT BBM oleh oknum di tingkat desa. Pengawasan ketika penyaluran bantuan pun ditingkatkan agar tidak terjadi hal tersebut.

Sementara ini masih didalami apakah benar atau tidaknya dugaan pemotongan tersebut, sedangkan untuk laporan ke pihak kepolisian sejauh ini belum ada informasinya. “Saya harus dapatkan informasinya dulu. Saya belum tahu, sudah atau belum karena ini jajaran kita banyak ada di tingkat Polsek, Polres, Polda. Yang melaksanakan (menerima laporan, Red) rata-rata tingkat Polres,” jelasnya.

Artanto menyebutkan untuk setiap pembagian BLT yang dilakukan, baik di PT. Pos maupun tingkat desa telah mendapatkan pendampingan. Selain itu ada juga pengamanan dari pihak kepolisian agar penyaluran bantuannya berjalan dengan lancar.

“Kita pihak kepolisian baik Bhabinkamtibmas atau Polres yang mana pengamanannya supaya tidak terlalu panjang anteran dan sebagainya,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinsos NTB, H Ahsanul Khalik menyebutkan ada beberapa laporan yang masuk terkait adanya dugaan tersebut diterima. Di mana terjadi dibeberapa di desa tertentu ada pemotongan tersebut, baik di Pulau Lombok dan Sumbawa. Bahkan pihaknya sudah mengirimkan petugas untuk mengawasi penyalurannya, serta meminta kepada pendamping-pendamping sosial di daerah untuk melakukan pengawalan terhadap proses distribusinya.

“Informasi sementara yang kita dapatkan, yang lakukan pemotongan adalah oknum dari perangkat desa. Namun, saya belum meyakini hal ini karena masih harus didalami,” ungkapnya. (dpi)