Wali Kota Siap Tambah Anggaran Dukung Tugas Satgas Trotoar

Rompi oranye sebagai identitas Satgas Trotoar Kota Mataram yang sedang melaksanakan tugasnya. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Wali Kota Mataram Ahyar Abduh menyatakan siap menambah anggaran untuk mendukung kerja satuan tugas (satgas) trotoar yang telah dibentuk, agar trotoar di kota ini bersih dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.

“Silakan usulkan anggaran, kami siap memberikan Dinas Perumahan dan Kawasan Perkotaan (Disperkim) tambahan sesuai kebutuhan,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Ia mengatakan, tambahan anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana yang dimaksudkan antara lain, alat kebersihan, dan mobil tangki untuk menyiram dan membersihkan trotoar.

“Mungkin kebutuhan yang mendesak saat ini adalah untuk mobil tangki air guna memudahkan pekerjaan satgas, serta agar trotoar di kota ini tetap terlihat bersih,” katanya.

Menyikapi hal itu, Kepala Disperkim Kota Mataram HM Kemal Islam yang mendampingi wali kota menambahkan, untuk mendukung kerja satgas trotoar saat ini pihaknya memberikan bantuan mobil tangki mini.

“Personel satgas ini berasal dari Dinas PUPR, tetapi untuk prasarana kami yang memberikan dukungan peralatan,” katanya.

Pasalnya, baik secara personel maupun sarana dan prasarana Dinas PUPR masih kekurangan, sementara sebagai konsekwensi dari pembentukan satgas trotoar dibutuhkan dukungan pengadaan sarana dan prasarana.

“Jadi belum anggaran dialokasikan untuk pemberian sarana pendukung, kamilah yang ‘backup’,” katanya.

Pembentukan satgas trotoar sebagai upaya menertibkan berbagai indikasi penyalahgunaan trotoar untuk berbagai kegiatan selain untuk pejalan kaki.

Penyalahgunaan yang paling banyak adalah digunakan sebagai lapak oleh pedagang kaki lima (PKL). Padahal, trotoar berfungsi untuk pejalan kaki.

Akibatnya, hampir semua trotoar yang ada di kota kondisinya memprihatinkan, banyak rusak karena disalahgunakan. Kecuali trotoar yang ada di Kawasan Bisnis Cakranegara masih relatif bagus karena baru selesai direvitalisasi. (Ant)