Warga Kuta Mandalika Antusias Ikuti Layanan Paspor Masuk Desa Hari Kedua

32
Layanan Imigrasi Mataram di salah satu desa di Lombok Tengah (Inside Lombok/ist)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram mengelenggarakan layanan paspor masuk desa hari kedua bertempat di Pos Informasi Keimigrasian Pantai Kuta Mandalika pada Minggu (7/8). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan paspor masuk desa di hari sebelumnya.

Antusiasme nampak dari warga sekitar yang sudah datang sejak pagi dengan membawa persyaratan lengkap. Hal tersebut diungkap oleh Kepala Seksi Lalu Lintas I Made Surya Artha. “Sejak pagi masyarakat sudah mulai berdatangan dengan membawa persyaratan lengkap untuk melakukan permohonan paspor, mereka tampak sangat antusias mengikuti layanan paspor masuk desa ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Made Surya menjelaskan bahwa melalui program ini banyak masyarakat sekitar yang terbantu dalam proses permohonan paspor. “Kami berharap melalui program ini kami dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih hari ini libur sehingga banyak antusias masyarakat karena mereka merasa terfasilitasi dengan tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor imigrasi,” tuturnya.

Salah seorang pemohon paspor bernama Murdi dari Jonggat, Lombok Tengah menuturkan bahwa program paspor masuk desa merupakan bentuk kedekatan imigrasi dengan masyarakat. “Saya mewakili masyarakat Lombok Tengah khususnya, bahwa memang ini yang sangat dibutuhkan, kedekatan imigrasi di masyarakat,” tuturnya.

Pemohon lain bernama Samsul Apriadi mengapresiasi kemudahan yang diberikan Imigrasi Mataram melalui program paspor masuk desa ini. “Kami merasa terbantu dalam proses pembuatan paspor karena waktu yang tepat di hari libur sehingga kami bisa dengan cepat dan mudah mengikuti pelayanan pembuatan paspor, terima kasih kepada Kantor Imigrasi Mataram,” ungkapnya.

Ditemui secara terpisah, Komang Artha Wijaya selaku Kasubsi Komunikasi Keimigrasian mengungkap bahwa kedepannya layanan di Kuta Mandalika tidak hanya terbatas pada layanan paspor saja. “Antusiasme warga sekitar selama dua hari kegiatan paspor masuk desa sangat terlihat, kedepannya tidak menutup kemungkinan posko kami di Kuta Mandalika ini juga dapat melayani permohonan izin tinggal bagi WNA,” jelasnya. (r)