26.5 C
Mataram
Senin, 26 Februari 2024
BerandaDaerahNTBProyek Smelter Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Proyek Smelter Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Mataram (Inside Lombok) – Proyek pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di bawah PT Amman Mineral Industri (AMIN) saat ini sudah mencapai 51,63 persen. Usai pembangunan proyek tersebut, Pemprov NTB menegaskan tenaga kerja lokal harus dilibatkan, terutama ketika sudah beroperasi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, H Sahdan mengatakan dengan pembangunan smelter tentunya akan memberikan dampak positif, terutama dari segi pertumbuhan ekonomi daerah. Termasuk penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Pihaknya pun memastikan proyek itu akan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal, baik tenaga teknis maupun non teknis. “Kalau masalah teknis di Disnaker, tapi kalau kami mengingatkan jangan sampai lupa menyerap tenaga lokal. Saya juga ngomong sama perusahan dan teman-teman di Dinas Ketenagakerjaan supaya hal ini bisa diperhatikan,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (26/5).

Diterangkannya, dalam proses konstruksi pembangunan smelter saat ini juga banyak tenaga kerja lokal dilibatkan. Selain itu, mulai Juni mendatang rekrutmen tenaga kerja tahap III akan dilaksanakan.

- Advertisement -

“Pasti dilibatkan (tenaga kerja lokal), karena ini masalah sensitif. Akan diperhitungkan kestabilitasannya jangan sampai mereka tidak dilibatkan. Kan kita juga tidak kurang, apalagi pekerjaan sipil yang lokal ini sudah memenuhi,” terangnya.

Untuk saat ini tenaga kerja asing (TKA) ada 174 orang pada tahap pembangunan konstruksinya. Sedangkan tenaga lokal mencapai ribuan orang. Nantinya, tenaga kerja yang dibutuhkan di smelter melingkupi tenaga teknis dan non teknis.

Meski saat proses konstruksi melibatkan banyak tenaga kerja lokal, namun untuk operasional smelter diakui Sahdan akan memiliki kualifikasi lain, sehingga tenaga kerja lokal perlu dipersiapkan juga agar bisa terserap maksimal. “Tentu sekali sudah dipersiapkan dari sekarang, bagaimana, apa saja skill yang diperlukan. Itu ditentukan dari sekarang. Jangan sampai begitu selesai pabriknya, lalu tidak ada orang bekerja. Jangan sampai seperti itu, ini kan perusahaan besar,” imbuhnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer