Puluhan Desa di NTB Disiapkan Tahan Inflasi

25
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Heru Saptaji. (Inside Lombok/Dok)

Mataram (Inside Lombok) – Kesadaran masyarakat akan pengendalian inflasi pangan perlu terus didorong. Untuk itu, bertepatan dengan HUT Republik Indonesia 17 Agustus mendatang, 77 desa di NTB disiapkan agar berdaya dan tanggap inflasi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Heru Saptaji menerangkan penyiapan desa berdaya dan tanggap inflasi itu akan menjadi rangkaian pencanangan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN-PIP) di NTB. Selain penyiapan des berdaya, ada 6 program strategis lainnya yang disiapkan.

Antara lain gerakan urban farming, menanam 7.700 bibit cabai merah, memasifkan operasi pasar murah di seluruh kabupaten/kota se-NTB, gerakan menanam holtikultura di 7 pondok pesantren dan 7 kampus se-NTB, memperkuat kerjasama antar daerah (KAD) untuk memperkuat tersedianya bahan pokok masyarakat, dan literasi inflasi bagi masyarakat NTB.

Selain itu, disiapkan juga kegiatan operasi pasar murah di seluruh kabupaten/kota minimal dua kali sebulan. KAD antar pengusaha dan juga OPD. Rencana penerapan pengendalian inflasi pangan ini kemudian akan diikutsertakan pada gelaran upacara bendera pada Rabu, 17 Agustus 2022 di Kantor Gubernur dan akan menjadi program bagi sejumlah kabupaten kota yang akan turut berpartisipasi hingga akhir tahun mendatang.

Pencanangan GN-PIP tersebut nantinya melibatkan setidaknya tujuh perguruan tinggi dan juga tujuh pondok pesantren dengan harapan mampu memberikan kontribusi bagi NTB. Terutama dalam hal pengendalian terhadap inflasi pangan dan kegiatan ini akan tetap selalu digaungkan pemerintah daerah saat ini. (r)