Pemkot Mataram Buka “Beauty Contest” Pembangunan Pasar Kebon Roek

Aktivitas pedagang daging di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai membuka “beauty contest” pembangunan Pasar Kebon Roek, yang akan direlokasi ke Kebon Talo, Kecamatan Ampenan.

“Hari ini sudah ada satu investor yang ingin menawarkan konsep pembangunan Pasar Kebon Roek di Kebon Talo,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Amran M Amin di Mataram, Senin.

Amran yang ditemui seusai mendampingi salah satu investor bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram itu mengatakan, dalam hal ini Disdag sifatnya mengawasi dan memastikan pasar yang akan dibangun investor harus mengakomodasi pedagang yang ada saat ini.

Dimana, jumlah pedagang di Pasar Kebon saat ini tercatat sebanyak 850 orang pedagang. Karenanya, dalam konsep yang disampaikan setiap investor nanti, pembangunan pasar harus dapat menampung pedagang yang sudah ada.

“Jangan sampai pembangunan pasar baru justru tidak bisa menampung pedagang yang sudah ada. Sedangkan untuk proses dan mekanisme serta anggaran sepenuhnya ada di Pak Sekda,” ujarnya.

Menurutnya, pada konsepnya pembangunan Pasar Kebon Roek di Kebon Talo merupakan perpaduan antara pasar tradisional dan pasar modern, sehingga anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp100 miliar lebih.

“Dengan adanya ‘beauty contest’ ini, pembangunan pasar akan dilaksanakan oleh pihak investor melalui perjanjian kerja sama,” katanya.

Dikatakan, untuk pembangunan di Pasar Kebon Talo, pemerintah kota telah menyiapkan lahan selusa 6 hektare. Luasnya lahan yang disiapkan itu karena ke depan pasar ini akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung.

Sarana dan prasarana pendukung yang dimaksudkan itu antara lain, ruang terbuka hijau (RTH), pengolahan sampah serta berbagai fasilitas umum dan sosial lainnya.

“Jika dari kegiatan ‘beauty contest’ tahun ini pemerintah kota mendapatkan investor, mungkin tahun depan pembangunan fisik bisa dimulai,” katanya.

Relokasi Pasar Kebon Roek ke Kebon Talo, atas pertimbangan karena areal pasar saat ini dinilai sudah tidak representatif. Apalagi, di pagi hari jalan depan Pasar Kebon Roek selalu macet padahal jalur itu menjadi jalur utama ke objek wisata Senggigi. (Ant)