31.5 C
Mataram
Jumat, 14 Juni 2024
BerandaLingkunganAntisipasi Bencana, Kades Jeringo Tak Izinkan Ada Aktivitas Galian C di Wilayahnya

Antisipasi Bencana, Kades Jeringo Tak Izinkan Ada Aktivitas Galian C di Wilayahnya

Lombok Barat (Inside Lombok) – Desa Jeringo, Lombok Barat (Lobar) dengan geografisnya yang berupa perbukitan masuk dalam pemetaan kawasan rawan bencana. Guna memitigasi potensi itu, pemerintah desa setempat melarang adanya pengoperasian galian C di wilayah tersebut.

Kades Jeringo, Syahril mengakui kebijakan itu perlu diambil pihaknya sebagai langkah antisipasi atas potensi bencana yang bisa saja mengancam kawasan tersebut. “Semenjak tahun 2011 waktu saya masih jadi PJS kepala desa, sampai saya terpilih dua kali saat ini. Galian C ini menjadi orientasi kami untuk menjaga,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (17/11/2023).

Dijelaskan, sejak Lobar dipimpin Bupati Zainy Aroni, wilayah Gelangsar dan Jeringo juga masuk dalam peta rawan bencana untuk kawasan Gunungsari. Hal itu yang membuat pihaknya melarang adanya aktivitas galian C di sana.

“Hal-hal itu yang kemudian menjadi rujukan kami untuk melarang (adanya galian C),” imbuh Ketua Asosiasi Kepala Desa Lobar tersebut. Ia mengakui setelah ada larangan tersebut, saat ini masyarakat di kawasannya bisa terhindar dari polusi, baik itu polusi udara, maupun aliran air bersih yang bisa saja tercemar akibat aktivitas tambang. “Karena kalau ada galian C ini kan dikhawatirkan nanti ada pengikisan tanah dengan hujan, itu yang menyebabkan rawan bencana, termasuk longsor,” lanjutnya.

- Advertisement -

Kendati ia tak menepis, walaupun di kawasan itu sudah ada saluran irigasi untuk mengaliri air hujan yang turun dari perbukitan, kadang drainase masih tersumbat saat sedang hujan deras. Terlebih, tidak semua ruas jalan itu dilengkapi saluran irigasi.

Terkait saluran irigasi itu, dinilai menjadi kewajiban pemerintah daerah, mengingat kawasan itu merupakan jalur kabupaten. “Artinya harus ada kerja sama di situ kan, bagaimana untuk merawat infrastruktur ini. Karena untuk mengantisipasi potensi bencana itu,” pungkasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer