Lombok Barat (Inside Lombok) – Seorang remaja bernama Nune Djumbuhulhaq (13) yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus sungai di kawasan Perumahan Griya Menang Asri, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, pada Selasa (28/04) sore kemarin telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Tim SAR pun telah memperluas area pencarian sejauh 3 kilometer, sebelum akhirnya korban ditemukan pada hari kedua pencarian, Rabu (29/04) pagi sekitar pukul 10.20 Wita. Dalam kondisi mengambang, dengan jarak sekitar 1 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.
Peristiwa naas tersebut terjadi pada Selasa sore, sekitar pukul 16.20 Wita. Berdasarkan informasi di lapangan, korban awalnya sedang bermain bola bersama teman-temannya di sekitar bantaran sungai. Saat berusaha mengambil bola yang terjatuh, korban terpeleset dan terperosok ke dalam aliran sungai. Kondisi arus yang cukup deras saat itu membuat tubuh remaja asal Desa Kuripan tersebut terseret hingga hilang dari pandangan.
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Mataram langsung memberangkatkan satu tim rescue lengkap dengan peralatan air. Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur gabungan, antara lain; Tim rescue Kantor SAR Mataram, Polsek Kuripan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kuripan, Damkarmat & BPBD Lombok Barat, Masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya.
Koordinator Lapangan, Dewa Gede Kerta, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan membagi fokus pada beberapa titik krusial. ”Fokus awal kami adalah melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian (titik jatuh, Red). Serta menyusuri sepanjang aliran sungai searah arus,” ujar Dewa Gede, dalam keterangan resmi yang diterima Inside Lombok.
Pihaknya juga mengungkapkan kendala yang dihadapi tim di lapangan, sebelum akhirnya korban berhasil ditemukan. Mulai dari medan yang dipenuhi bebatuan besar, kemudian sampah bambu yang tajam dan licin dengan arus sungai yang cukup deras setelah diguyur hujan.
”Ini yang membuat tim kesulitan untuk tetap berada di tengah aliran sungai, belum lagi banyak jeram yang menuju pertemuan sungai. Setelah ditemukan pada hari kedua pencarian, korban langsung dievakuasi menuju rumah duka,” pungkasnya.

