kemiskinanMataram (Inside Lombok) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendorong pendekatan baru dalam penanganan kemiskinan dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat berbasis desa, Selasa (12/5/2026). Pendekatan ini dilakukan melalui program Desa Berdaya sebagai upaya mengatasi kemiskinan multidimensi secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut tidak lagi bertumpu pada bantuan sosial semata, tetapi diarahkan pada perubahan sistem sosial, penguatan ekonomi keluarga, serta integrasi program lintas sektor. Program Desa Berdaya diproyeksikan menjadi model pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan di NTB.
Koordinator TAG-P3K NTB Makmur Mendunia, Adhar Hakim, menyatakan bahwa kemiskinan selama ini menjadi sumber berbagai persoalan pembangunan karena berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, konsumsi rumah tangga, hingga kualitas hidup masyarakat. “Kemiskinan bukan sekadar soal pendapatan rendah. Ini persoalan yang memengaruhi banyak aspek kehidupan dan membentuk siklus sosial yang panjang,” ujarnya.
Menurut Adhar, tingkat kemiskinan di NTB masih berada pada angka dua digit, termasuk kemiskinan ekstrem yang berkisar antara dua hingga empat persen. Kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan potensi sumber daya daerah, sehingga pendekatan lama yang bersifat bantuan sesaat dinilai tidak cukup untuk memutus rantai kemiskinan.
“Selama ini penanganan kemiskinan cenderung sektoral, tidak berkelanjutan, dan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu dibutuhkan model baru yang lebih terintegrasi dan menyentuh akar persoalan masyarakat,” katanya.
Melalui program Desa Berdaya, Pemprov NTB menerapkan dua pendekatan, yakni Desa Berdaya Transformatif yang berfokus pada pendampingan keluarga miskin ekstrem, serta Desa Berdaya Tematik yang mengembangkan potensi desa sesuai karakter wilayah. Pendampingan dilakukan melalui pembinaan usaha produktif, penguatan kesadaran ekonomi keluarga, hingga pengelolaan keuangan rumah tangga.
Adhar menegaskan bahwa keberhasilan pengentasan kemiskinan ditentukan oleh kemampuan membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mandiri dan produktif. “Desa Berdaya adalah gerakan bersama untuk membangun kesadaran bahwa kemiskinan harus dilawan melalui kolaborasi, bukan hanya program bantuan,” jelasnya.
Pemprov NTB menyatakan keterlibatan pemerintah daerah, desa, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program berjalan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi baru pembangunan daerah untuk menurunkan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan kemandirian ekonomi masyarakat menuju visi NTB Makmur Mendunia.

