Lombok Timur (Inside Lombok) – Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jurit Baru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), menemukan kandungan bakteri Escherichia coli (E-Coli) melebihi ambang normal. Temuan tersebut muncul setelah adanya dugaan kasus keracunan yang dialami sejumlah penerima manfaat program MBG.
Anggota Satgas MBG Lotim, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan sampel makanan yang diperiksa berasal dari dua sumber, yakni makanan yang disimpan di bank sampel dapur MBG dan sisa makanan yang telah dikonsumsi penerima manfaat. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan penelusuran penyebab dugaan keracunan.
“Setiap SPPG itu memang diwajibkan menyimpan satu sampel makanan harian di bank sampel untuk kebutuhan antisipasi dan evaluasi,” ujar Aries yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lotim saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (13/05/2026).
Menurut Aries, hasil laboratorium menemukan adanya kandungan bakteri E-Coli pada salah satu sampel makanan tersebut. Ia menjelaskan, bakteri E-Coli secara fisiologis banyak ditemukan di lingkungan sekitar, namun dalam kadar tertentu dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
“Bakteri E-Coli ini hampir ada di banyak tempat, tetapi pada kadar tertentu bisa menyebabkan kondisi patologis atau gangguan kesehatan,” katanya.
Aries menegaskan kadar bakteri yang ditemukan berada di atas batas normal dan diduga disebabkan oleh proses pengolahan makanan yang tidak tepat. Meski demikian, pihaknya belum menyampaikan angka pasti hasil laboratorium karena masih menunggu data resmi yang akan dipublikasikan secara lengkap.
“Yang jelas hasil pemeriksaan menunjukkan kadarnya lebih dari normal, itu disebabkan lantaran proses pengolahan makanan yang tidak tepat,” tegasnya.
Terkait operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pasca temuan tersebut, Aries mengatakan keputusan lanjutan akan dibahas bersama Satgas MBG dan pihak terkait lainnya. “Untuk operasional selanjutnya tentu nanti akan dibahas dan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Satgas bersama pihak terkait,” pungkasnya.

