Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menggelar rapat koordinasi bersama perusahaan mitra dan peternak ayam broiler pada Senin (20/4), dipimpin Bupati Lotim, Haerul Warisin. Pertemuan ini membahas penyelarasan kebijakan penggunaan elpiji non subsidi serta peningkatan kualitas Day Old Chick (DOC).
Dalam rapat tersebut, Haerul Warisin menekankan pentingnya mencari solusi bersama atas berbagai persoalan di lapangan. “Kita selalu mencari solusi, mencari benang merah dari masalah yang kusut. Jangan sampai isu yang menyebar membuat semua panik,” tegasnya.
Pemerintah daerah mengapresiasi kesiapan peternak yang mulai beralih ke elpiji non subsidi. Bupati juga mengingatkan perusahaan mitra agar tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi turut bertanggung jawab dalam pembinaan peternak. “Jika ada hal yang rumit, sampaikan ke pemerintah. Pasti pemerintah akan bantu,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Peternakan diminta mendata jumlah kandang dan menghitung kebutuhan gas non subsidi secara menyeluruh. Perusahaan mitra juga diminta menjaga kualitas DOC sesuai standar, sementara pemerintah mempertimbangkan alternatif pemanas kandang, termasuk uji coba kompor berbahan oli bekas untuk menilai efektivitasnya.
Perwakilan perusahaan mitra menyatakan kualitas DOC yang beredar telah memenuhi standar. “Jika ditemukan DOC kurang optimal, itu lebih karena kandang yang tidak standar dan manajemen pemanasan yang kurang tepat. Tabung gas 12 kg sangat langka karena berebut dengan dapur MBG,” keluh salah satu peternak.
Menutup rapat, Haerul Warisin berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan peternak terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan usaha. “Pemerintah daerah ingin membuat para mitra perusahaan bisa aman dan nyaman menjalankan bisnis, tetapi juga bantu bina para mitra peternak dengan baik,” pungkasnya.

