Lombok Timur (Inside Lombok) – Penanganan kasus gigitan anjing yang menyebabkan meninggalnya seorang bocah 11 tahun di Desa Semaya, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, terus dilakukan secara intensif oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Upaya difokuskan pada penelusuran sumber gigitan serta pemeriksaan kemungkinan penyebaran penyakit, Rabu (15/4).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Hultatang, menjelaskan kejadian bermula saat korban bersama rekannya mengejar layangan putus hingga ke area persawahan. Di lokasi tersebut terdapat anjing yang sedang melahirkan sehingga memicu respons agresif. “Dalam kondisi melahirkan, anjing sangat protektif. Dia menjaga dirinya sekaligus anaknya, sehingga ketika merasa terganggu, langsung bereaksi,” jelasnya.
Pasca kejadian, penanganan medis terhadap korban dilakukan sesuai prosedur. Sementara itu, dari sisi kesehatan hewan, identifikasi anjing yang menggigit menjadi prioritas, meski terkendala karena hewan tersebut telah diusir warga.
“Kalau anjing yang menggigit tidak ditemukan, maka kami akan mengambil sampel dari anjing-anjing di sekitar lokasi kejadian, bisa juga anakannya dijadikan sampel,” ujar Hultatang.
Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan rabies, mengingat anjing yang terinfeksi biasanya menunjukkan perilaku agresif dan dapat menyerang hewan lain. “Kalau memang rabies, dalam fase menggigit itu dia akan menyerang anjing lain. Jadi anjing-anjing terdekat bisa kita jadikan sampel untuk diperiksa,” katanya.
Menurutnya, siklus rabies pada anjing dimulai dari fase agresif sebelum berlanjut ke fase kelumpuhan hingga kematian dalam waktu satu hingga dua minggu. “Kalau benar rabies, penularannya cepat. Tidak mungkin hanya satu anjing saja. Karena itu kami telusuri di sekitarnya,” imbuhnya.
Untuk memastikan status kesehatan hewan, pihaknya akan mengambil sampel otak dari anjing yang berhasil diamankan dan mengirimkannya ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kami upayakan dalam waktu dekat sampel bisa diambil untuk memastikan apakah positif atau negatif rabies,” tegasnya.

