BerandaMataramEkonomi NTB Triwulan I 2026 Tumbuh 13,64 Persen

Ekonomi NTB Triwulan I 2026 Tumbuh 13,64 Persen

Mataram (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat pertumbuhan ekonomi daerah pada Triwulan I-2026 mencapai 13,64 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan ini didorong peningkatan signifikan sektor industri pengolahan, khususnya dari aktivitas smelter hasil tambang.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menyampaikan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp52,62 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp29,68 triliun. Sektor industri pengolahan menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan mencapai 60,25 persen.

“Pertumbuhan ekonomi ini terutama didorong oleh kinerja lapangan usaha Industri Pengolahan seiring dengan meningkatnya aktivitas smelter. Peningkatan produksi hasil smelter ini mendorong kenaikan nilai tambah industri yang luar biasa di NTB,” ungkapnya, Selasa (5/5).

Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 31,80 persen akibat peningkatan produksi konsentrat. Sektor jasa keuangan dan asuransi juga mencatat pertumbuhan sebesar 13,48 persen yang dipicu peningkatan aktivitas perbankan di wilayah NTB.

Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami lonjakan sebesar 91,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Kenaikan tajam ini disebabkan oleh peningkatan nilai ekspor komoditas pertambangan dan hasil industri pengolahan smelter. Perlu dicatat, pada periode yang sama tahun 2025, aktivitas smelter kita belum menghasilkan komoditas ekspor seperti sekarang,” terangnya.

Namun secara triwulanan (quarter-to-quarter), ekonomi NTB mengalami kontraksi sebesar 1,30 persen dibanding Triwulan IV-2025. Penurunan terbesar terjadi pada sektor industri pengolahan sebesar 31,02 persen dan komponen ekspor sebesar 25,95 persen.

Wahyudin menyatakan, kehadiran industri hilirisasi melalui smelter telah mengubah struktur ekonomi NTB menjadi lebih kuat dengan pertumbuhan dua digit yang melampaui rata-rata nasional. “Secara keseluruhan dengan hadirnya industri hilirisasi melalui smelter telah mengubah struktur ekonomi NTB menjadi lebih tangguh dengan pertumbuhan dua digit yang melampaui rata-rata pertumbuhan nasional pada umumnya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer