31.5 C
Mataram
Sabtu, 2 Maret 2024
BerandaMataramKota Mataram Diusulkan Punya Wisata Budidaya Ikan Air Tawar

Kota Mataram Diusulkan Punya Wisata Budidaya Ikan Air Tawar

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perikanan Kota Mataram mengusulkan pembentukan kampung budidaya ikan air tawar ke pemerintah pusat. Program ini nantinya akan menjadi salah satu unggulan Kota Mataram, termasuk menjadi tema wisata baru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, H. Irawan Harimansyah saat ini pihaknya masih menunggu realisasi anggaran untuk rencana tersebut. Mengingat anggaran pembentukan kampung budidaya ikan air tawar itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digelontorkan pemerintah pusat, dan baru bisa dikucurkan 2024 mendatang.

Diterangkan, anggaran yang dibutuhkan untuk program budidaya tersebut sebanyak Rp14 miliar. “Kita selalu mengusulkan itu karena salah satu program prioritas kami. Untuk penganggaran di APBD kita terbatas jadi kita mengusulkan sejak tahun lalu,” katanya, Jumat (26/5) di Mataram.

Wisata budidaya ikan air tawar rencananya akan dibuat di Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang. “Nanti di sana akan dijadikan tempat wisata dan edukasi juga,” katanya.

- Advertisement -

Budidaya ikan air tawar ini, sambung Irawan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Mataram, khusus untuk jenis ikan nila. Di mana, kebutuhan warga Kota Mataram mencapai 200 ton per bulan. “Yang bisa dipenuhi hanya 40 persen saja,” katanya.

Lahan yang dibutuhkan untuk pembuatan wisata budidaya ikan air tawar tersebut seluas 4 hektare. Anggaran yang diusulkan tersebut juga untuk membebaskan lahan yang akan digunakan sebagai tempat budidaya dan wisata.

Jumlah budidaya ikan air tawar di Kota Mataram sebanyak 98 kelompok. Jumlah ini tersebar di enam kecamatan dan paling banyak di Kecamatan Selaparang. “Itu tidak saja di Lendang Re tapi juga di semua kecamatan. Kalau di Selaparang itu karena banyak lesehan atau warung makan,” katanya.

Terbatasnya produksi ikan di Kota Mataram, selama ini dipenuhi oleh kabupaten lain di NTB misalnya seperti Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur dan lainnya. Kendala yang dihadapi saat ini yaitu harga pakan yang mengalami kenaikan. Dimana, harga pakan mencapai Rp14.5 ribu per kilogram (kg). “Harga pakan ini mempengaruhi harga ikan di pasar. Sekarang itu harganya Rp32 ribu per kg, yang kemarin bisa Rp30 ribu per kg,” katanya.

Khusus untuk budidaya ikan air tawar di Lendang Re tersebut nantinya akan diserahkan kepada kelompok budidaya setempat. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer