Indonesia Sudah Periksa Hampir 20.000 Sampel COVID-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (10/4/42020). (Inside Lombok/ANTARA/HO-Gugus Tugas COVID-19/aa)

Jakarta (Inside Lombok) – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, sampai Sabtu (11/4), pemerintah sudah memeriksa hampir 20.000 sampel penyakit virus corona (COVID-19) di puluhan laboratorium Tanah Air.

“Sampel diperiksa di 40 laboratorium di seluruh Indonesia, baik di Jakarta maupun di daerah lain,” ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pemeriksaan dilakukan dengan metode reaksi berantai polimerase (PCR) dalam waktu yang sama (PCR real time) yang juga digunakan di seluruh dunia.

“Ini upaya untuk menegakkan diagnosa dengan pasti,” kata Yurianto.

Selain itu, dia melanjutkan, pemerintah juga telah menyediakan lebih dari 790.000 alat pelindung diri (APD) berkualitas premium yang telah didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Pemerintah berharap keberadaan APD tersebut membantu para tenaga medis dalam menjalankan tugas.

“Ini semata-mata untuk menjaga agar semua tenaga kesehatan terlindungi dan dapat bekerja dengan baik,” tutur Yurianto.

Kemudian, pemerintah juga mencatat bahwa ada 18 ribu relawan medis dan nonmedis yang terlibat dalam penanganan COVID-19 di Indonesia. Sementara donasi masyarakat mencapai Rp194 miliar.

Jumlah penderita COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penderita penyakit virus corona (COVID-19) meningkat 330 orang sampai Sabtu (11/4), yang membuat jumlah pasien positif terkini menjadi 3.842 orang.

Dari total tersebut, 286 pasien dinyatakan sembuh dan 327 orang meninggal dunia.

DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan kasus COVID-19 terbanyak di Indonesia dengan 1.903 pasien positif, di mana 142 orang pulih dan 168 orang wafat. (Ant)