Harga Kuliner di Tanjung Bias Dinilai Tak Wajar, Pihak Desa dan Pengelola akan Evaluasi

Suasana wisata Tanjung Bias. (Inside Lombok/Ist)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Menanggapi ramainya keluhan wisatawan soal mahalnya harga makanan di wisata kuliner Tanjung Bias, Ketua Bumdes Senteluk, Munajab menyebut tidak semua lapak yang ada melakukan mark up atau menaikkan harga. Kendati, hal itu diakui menjadi pekerjaan rumah pihaknya untuk sama-sama berbenah ke depan, agar tempat wisata itu tetap menarik pengunjung.

“Terkait dengan ada harga yang mahal atau mark up harga, tentu ini menjadi PR kami,” ujar Jajab, sapaan akrabnya, saat dimintai keterangan, Kamis (14/09/2023). Disebutnya, dari 53 jumlah lapak yang ada di Tanjung Bias, ia yakin tak semuanya menaikkan harga yang dinilai tidak wajar tersebut. “Kalaupun ada penjual yang terkesan mahal atau mark up harga, kami yakin tidak semua lapak yang ada di Tanjung Bias melakukan itu,” tegasnya.

Saat disinggung apakah kenaikan harga kuliner di Tanjung Bias akibat sepinya kunjungan, Jajab membantah dugaan itu. “Tidak (bukan karena itu), dan mungkin kejadian itu (kenaikan harga yang dikeluhkan) tidak terjadi pada tahun ini,” jelasnya.

Menyikapi adanya keluhan dari wisatawan itu, ia mengatakan pihak desa dan pengelola Tanjung Bias akan melakukan evaluasi. Selain itu, dukungan dari Pemda Lobar juga sangat diharapkan pihaknya untuk bisa mengembangkan tempat wisata itu.

“Itu lah kenapa kami meminta perhatian dari pemda. Karena Tanjung Bias bagian dari penyumbang PAD untuk Lombok Barat. Apalagi setiap bulan kami bayar pajak restoran atau rumah makan,” kritiknya. (yud)