32.5 C
Mataram
Kamis, 7 Desember 2023
BerandaPariwisataJelang Nataru, Tingkat Hunian Kamar di Gili Meningkat 80 Persen

Jelang Nataru, Tingkat Hunian Kamar di Gili Meningkat 80 Persen

Mataram (Inside Lombok) – Natal dan tahun baru (nataru) 2024 mendatang diprediksi turut mengerek tingkat hunian kamar hotel di Tiga Gili (Trawangan Meno, Air) di Lombok Utara. Saat ini, rata-rata okupansi pun sekitar periode akhir Desember mendatang hingga awal Januari 2024 sudah di atas 80 persen.

Ketua Gili Hotel Assosiasi (GHA), Lalu Kusnawan menyebut tingkat okupansi di periode nataru itu menjadi angin segar, terutama jika dibandingkan tahun sebelumnya dan pasca pandemi Covid-19 yang hampir membuat sejumlah industri pariwisata di Tiga Gili gigit jari.

Naiknya tingkat okupansi hotel di Tiga Gili seiring dengan semakin meningkat kunjungan wisatawan ke daerah wisata tersebut. Terlebih sudah ada tidak kejadian luar biasa sehingga membuat minat wisatawan enggan datang berkunjung ke Tiga Gili maupun ke NTB.

“Saya tidak bilang Desember 1 bulan saja ya, tapi di atas tanggal 25 Desember sudah mulai meningkat. Kalau di sisi utara kunjungan masih dari wisatawan mancanegara (wisman) untuk di Tiga Gili,” terangnya saat dihubungi, Senin (6/11).

Selain itu, di luar Tiga Gili seperti di bagian Pelabuhan Bangsal, Pemenang, Lombok Utara dan sekitarnya ada juga kunjungan wisatawan. Tidak hanya wisman, tetapi ada juga wisatawan lokal dari luar daerah yang cukup banyak. Karena pada momentum nataru dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berlibur. Apalagi sudah tidak ada larangan untuk bepergian sekarang ini.

“Kalau dari segi kualitas (kunjungan,red) tahun ini lebih baik, pastinya. Kalau tahun kemarin itu memang lagi covid, jadi belum benar-benar dibuka 100 persen, masih ada rasa trauma wisatawan yang akan berkunjung, tahun ini mereka sudah lepas,” terangnya.

Bahkan kondisi di tiga Gili sudah mulai terlihat jauh lebih membaik karena banyaknya tamu-tamu menginap saat periode low season. Namun nyatanya jauh berbeda dari kondisi tahun lalu dibulan yang sama.

“Kemarin terjadi long high season, yang seharusnya September dia menurun (tingkat hunian kamar, Red) sampai Oktober pun kita pesanan (kamar hotel) masih bagus,” ungkap Kusnawan. (dpi)

Related Articles

- Advertisement -

Berita Populer