Dekan FH UGR Sebut Kuliah Daring Kurang Efektif

Basri Mulyani SH MH, Dekan Fakultas Hukum UGR, Selong (10/06/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kuliah online (daring) yang mulai dilaksanakan pada pandemi covid-19, membuat banyak mahasiswa mengeluh. Pasalnya banyak yang menilai kuliah daring kurang efektif. Termasuk Ujian Tengah Semester (UAS) yang juga berbasis daring.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani, Basri Mulyani SH MH melihat kuliah daring ini juga merugikan mahasiswa. Sebab tidak semua dosen mampu mengajar secara daring dengan maksimal. Meskipun dosen-dosen sudah dibekali dengan bimbingan teknis dan pelatihan.

“Kami tidak punya cara lain selain mengajar via online, akan tetapi merugikan bagi mahasiswa karena tidak bisa menyerap pembelajaran dengan cepat. Banyaknya dosen yang tidak bisa mengajar via online juga, sehingga membuat dosen tidak bisa mengajar dengan efektif,” ujarnya kepada Inside Lombok, Rabu (10/06/2020).

FH UGD juga tidak membekali mahasiswa dengan tunjangan paket internet. Sehingga banyak mahasiswa yang mengalami kendala saat belajar karena keterbatasan paket internet

“Terkait tidak adanya tunjangan paket internet bagi mahasiswa, dikarenakan kami masih perguruan tinggi swasta. Tidak seperti perguruan tinggi yang memiliki UKT sampai Rp15 juta hingga Rp20 juta. Sedangkan kami masih memberlakukan pembayaran SPP dibawah Rp1.000.000,” jelasnya.

Memasuki masa semester, menurutnya gangguan teknis merupakan kendala yang paling utama terjadi. Dikarenakan kekuatan website yang masih lemah dan tidak ada ahli IT yang mengurus web tersebut ketika terlalu banyak pengunjung.

“Kami di UGR sudah memberlakukan semester maupun kuliah melalui LMS, yang dimana LMS kami sudah terdaftar pada Dikti,” katanya.

Akan tetapi, pada proses awal sering terjadi gangguan teknis. Sehingga pihak UGR memperpanjang waktu pelaksanaan UAS untuk mengantisipasi banyaknya user dari mahasiswa yang masuk sehingga mengakibatkan adanya gangguan teknis.

“Untuk semester depan, kita di UGR akan mulai memberlakukan kuliah dengan tatap muka kembali,” ungkapnya.

Basri berharap semoga kasus covid-19 ini bisa tuntas. Dengan dilaksanakannya normal baru nanti, sehingga kuliah tatap muka bisa dilaksanakan kembali.