Dikes Lobar Sebut Sekolah Tatap Muka Masih Berat Dilakukan

Suasana sekolah saat para siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah (Inside Lombok/dok)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Lombok Barat menilai sekolah di Lobar, belum siap dibuka pada tahun ajaran baru ini. Kendati tidak ada peningkatan kasus, namun lonjakan kasus covid-19 secara nasional juga harus tetap menjadi pertimbangan.

“Kita lihat kondisi secara global aja lah di Indonesia, berat untuk dibuka saat ini” kata Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. Ahmad Taufik Fathoni, belum lama ini.

Karena guru di Lombok Barat sendiri juga diakuinya masih banyak yang belum divaksinasi. Bahkan angka itu baru akan mencapai lima ribu, dari total guru di Lobar sekitar 10 ribu lebih. Mulai dari guru TK, SD hingga SMA. Baik guru di sekolah swasta maupun negeri.

“Syaratnya untuk dibuka sekolah, pertama adalah izin orang tua, kemudian gurunya harus sudah divaksinasi,” jelas dia.

Terkait dengan banyaknya harapan dari para orang tua dan peserta didik yang menginginkan supaya sekolah bisa segera dibuka. Fathoni, menyebut, rekomendasi pembukaan sekolah di Lombok Barat harus mengacu pada instruksi pusat.

Dirinya juga memaparkan terkait batas maksimal pembelajaran tatap muka di sekolah. Dalam satu kali pertemuan dibatasin hanya dua jam. Kemudian, dalam sepekan, mereka hanya dibolehkan belajar tatap muka dua kali. Dengan presentase 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Dan harus dilakukan secara bergiliran.

“Kami rasa itu lah langkah-langkah yang paling aman” tutupnya.