SMA dan SMK di Lobar Mulai Sekolah dengan Sistem Terbatas

Kadis Dikbud provinsi NTB, H. Aidy Furqan, saat ditemui beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – SMA dan SMK di Lombok Barat saat ini diizinkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Namun dengan menerapkan sistem terbatas yang diprioritaskan bagi kelas XII yang sebentar lagi akan melaksanakan ujian kelulusan.

“Kita prioritaskan kelas XII, karena mereka ini paling lama belajarnya tinggal 10 minggu, lalu mereka ujian akhir dan kelulusan” papar Kadis Dikbud provinsi NTB, H. Aidy Furqan, Selasa (19/01/2021).

Karena ujian kelulusan SMA pada tahun ini rencananya akan diselenggarakan pada minggu ke-dua bulan April mendatang.

Di Lombok Barat sendiri, diakuinya semua SMA sudah siap untuk dibuka. Sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan Dikbud pada 29 Desember 2020 lalu.

“Namun, karena kekhawatiran dan hasil rapat lisan bersama satgas covid Lobar yang dipimpin pak Bupati, agar diatur kembali supaya sedapat mungkin tidak ada kerumunan” bebernya.

Dikbud pun menerapkan hasil rapat tersebut, namun tidak sepenuhnya dilakukan penutupan. Tetapi mengambil kebijakan untuk tidak lagi memberlakukan tatap muka penuh bagi SMA dan SMK di Lobar.

“Tetapi pertama, kita hanya mengutamakan yang kelas XII. Ke-dua, kelas X dan XI cukup dilakukan dengan sistem BDR atau on-off (masuk tiga hari, libur tiga hari)” jelas Aidy, kepada Inside Lombok.

“Ini kita sesuaikan supaya kekhawatiran di Lombok barat terjawab, kebutuhan kita di provinsi mengelola SMA dan SMK juga terjawab” harapnya.

Karena ia menilai bahwa jika pembelajaran tatap muka ditiadakan secara keseluruhan termasuk bagi kelas XII, itu ditakutkan justru akan berpengaruh terhadap kesiapan mereka untuk segera menempuh ujian kelulusan.

“Sekarang tetap berjalan tapi dengan sistem terbatas. Karena untuk kelas XII kita harus mengambil kebijakan supaya mereka tuntas untuk menamatkan” tandasnya.