Waspada, Selat Lombok dan Selat Alas Berpotensi Gelombang Tinggi

Mataram (Inside Lombok) – Sejak tanggal 22 Desember 2018 lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi untuk sejumlah perairan di Indonesia yang berlaku hingga tanggal 25 Desember mendatang.

Ketinggian gelombang diperkirakan sekitar 1,25 meter hingga 2,50 meter dengan status waspada. Salah satunya bisa terjadi di perairan Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas Bagian Selatan.

Peluang naiknya air gelombang ini terjadi karena terdapat pola tekanan rendah 1008 hPa di Samudera Pasifik Utara Papua Barat.

Umumnya, pola angin bergerak dari barat hingga barat laut pada wilayah Indonesia di bagian utara. Kecepatan angin tersebut berkisar antara 5 sampai 20 knot.

Sedangkan untuk bagian selatan Indonesia, pada dasarnya angin bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin sekitar 5 sampai 25 knot.

BMKG memberikan sejumlah saran terkait naiknya air gelombang ini untuk keselamatan para nelayan dan masyarakat yang ingin melakukan pelayaran.

Bagi perahu nelayan, risiko tinggi keselamatan berada di kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sedangkan untuk kapal tongkang, risiko tinggi berada di kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Kemudian untuk kapal ferry, risiko di kecepatan lebih dari 21 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Sementara bagi kapal berukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar risiko tinggi di kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

Bersamaan dengan rilis peringatan ini, pihak BMKG juga memgimbau agar masyarakat yang bertempat tinggal dan beraktivitas di sekitar area dengan potensi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.