25.5 C
Mataram
Jumat, 1 Maret 2024
BerandaPolitikPetahana Dewan Kota Mataram Jangan Manfaatkan Reses untuk Kampanye

Petahana Dewan Kota Mataram Jangan Manfaatkan Reses untuk Kampanye

Mataram (Inside Lombok) – Bawaslu Kota Mataram mengingatkan kepada para petahana di DPRD Kota Mataram agar tidak menyelipkan materi kampanye selama melaksanakan reses. Mengingat tahapan kampanye pemilu 2024 baru akan dimulai 28 November mendatang.

“Reses itu haknya daripada DPRD Kota Mataram incumbent (petahana) ini. Tapi saya berharap jangan diselipkan reses itu ada kampanye,” kata Anggota Bawaslu Kota Mataram, Efendi.

Ia mengatakan, materi kampanye itu misalnya meminta masyarakat khususnya yang ada di daerah pemilihannya untuk memberikan suara. “Jangan sampai menggunakan reses itu untuk kampanye duluan,” katanya.

Sejauh ini, kata Efendi, belum ada laporan terkait adanya petahana yang membawa bahan kampanye saat melakukan reses. Namun untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, pihaknya terus menghimbau partai politik terkait tahapan-tahapan hingga pemasangan alat peraga sosialisasi (APS).

- Advertisement -

“Kami tidak tinggal diam. Kalau ada pelanggaran kami langsung tindaklanjuti, dengan meminta teman-teman untuk menelusuri,” katanya.

Sementara itu, Camat Selaparang, Zulkarwin mengatakan reses dilakukan anggota dewan untuk menampung aspirasi masyarakat. Namun jelang pemilu 2024 mendatang, kegiatan ini dikhawatirkan menjadi ajang kampanye oleh para petahana politik. “Ini yang karena ketika mereka reses saya bisa mengatakan kita berpolitik sudah agak dewasa,” katanya.

Warga di Kota Mataram, lanjut Zulkarwin, sudah cerdas dalam berpolitik. Artinya, ketika petahana yang datang untuk reses sudah mengetahui akan mencalonkan diri kembali. “Tentu bapak dewan yang reses ini dalam kaitan sebagai anggota dewan dapil sini. Masyarakat juga tahu dari DCT kalau dia maju lagi,” tegasnya.

Selama reses yang dilakukan oleh para incumbent, Zulkarwin belum mendapatkan laporan adanya kampanye yang diselipkan dalam kegiatan reses. Para petahana yang menyebarkan alat peraga kampanye (APK) kepada masyarakat selama reses belum ditemukan. “Kalau itu belum ada. Jadi murni mereka menyerap aspirasi masyarakat,” ungkapnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer