Potret Hitam Putih – Puisi Ardhi Ridwansyah

123
Potret Hitam Putih Puisi Ardhi Ridwansyah Ilustrasi oleh Nuraisah Maulida Adnani

Puisi Malam Hari

Hinggap di rambutmu sebagai lalat,
Yang kau usir dengan sentuhan kasar,

Dari tangan yang gersang kasih,
Menyepak tubuh ringkih,
Sejauh mungkin dan tak kembali,

Sebab sibuk hati menyusun lagi,

Wajah lamur tak dikenali,
Menjelma puisi malam hari.

Jakarta, 2022

Tutup Buku

Setiap halaman,
Sudah ada wajahmu,
Dari tawa meramu cinta,
Hingga hambar menabur derita.

Dan kuludahi setiap kisah,
Yang buatku tak mendesah,
Dengan sukacita, kubiarkan,
Luntur kata-kata,
Penuh dusta.

Dan betapa gembiranya,
Mencari buku lain,
Lebih banyak kertas,
Yang ingin kutulis dengan puisi.

Dimulai dari langit senja,
Yang merona dan berkesan,
Sedang larut malam,

Kudekap kasihmu,
Dari halaman satu.
Hingga tutup buku.

Jakarta 2021

Potret Hitam Putih

Dia lempar batu ke sungai dangkal,
Dan menangis mengais sisa-sisa,
Hati yang terserak menjadi abu.

Sebuah hal,yang sia-sia,
Membakar segala kenang,
Berlumur noda dari harapan,
Nan luntur.

Meringkuk dalam naungan kata-kata.
Berdiri dengan lutut ringkih,
Menjalin kasih tanpa kisah.

Hambar yang tergambar
Dalam setiap potret hitam putih,

Terpancar kelabu
Macam cuaca, tak menentu.

Jakarta, 2021

IMG 20220123 WA0004Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Tulisan esainya dimuat di
islami.co. terminalmojok.co, tatkala.co, nyimpang.com, nusantaranews.co,
pucukmera.id, ibtimes.id., dan cerano.id. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Puisinya juga dimuat di media seperti kawaca.com, catatanpringadi.com, apajake.id, mbludus.com, kamianakpantai.com, literasikalbar, ruangtelisik, sudutkantin.com, cakradunia.co, marewai, metafor.id, scientia.id, LPM Pendapa, metamorfosa.co, morfobiru.com, Majalah Kuntum, Majalah Elipsis, Radar Cirebon, Radar Malang, koran Minggu Pagi, Harian Bhirawa, Dinamika News, Harian SIB, Harian BMR FOX, Harian Fajar, koran Pos Bali, Riau Pos, Suara Merdeka, Radar Madiun, dan Radar Banyuwangi. Penulis buku antologi puisi tunggal Lelaki yang Bersetubuh dengan Malam. Salah satu penyair terpilih dalam “Sayembara Manuskrip Puisi: Siapakah Jakarta”