TKI – Puisi Gilang Sakti Ramadhan

87
Ilustrasi oleh Nuraisah Maulida Adnani

AMERIKANO

pahit amerikano di ujung lidah perang dunia II
kehilangan nyala sejarah. modernitas
bergerak secepat api memanaskan air
di mesin kopi bertekanan tinggi.
1:4 espresso dan air panas—untuk sebuah ejekan
Italia kepada Amerika yang asing
crema putih serupa bakteri dalam gelas.
240ml per satu shot menghasilkan satu garis tipis
identitas pembeda yang sama-sama meracik perang.

V-60

satu gelas v-60 melepaskan diri dari
perisa stroberi. menimbulkan gelombang
kejut yang kecut pada suatu pagi. di kedai
kopi yang indie sekaligus tidak indie.
v-60 diracik dengan gerakan melingkar
seolah menyesuaikan diri dengan bendera
Jepang—tempat pertama kali v-60
lahir kemudian dipopulerkan dan dipercaya
sebagai agen negara yang sedang
memasak propaganda dalam mesin kopi.

TKI
—B.B.

pada malam yang samar
aku berangkat menuju bandara;
tempat orang-orang
menemukan udara membiru.
di mata mereka kesedihan
pecah berkeping-keping.

aku tersenyum
dan kusapa semua orang asing
yang berbicara tentang segala hal
sembari sibuk berjalan cepat—seperti
dikejar sesuatu—dan
tak pernah bisa kutandai dengan baik.

spiker bandara
memanggil-manggil namaku.
aku ikut memanggil-manggil namaku—
sebelum pesawat memberangkatkanku
menuju tempat di mana aku dihapus pelan-pelan.

Jurnalis
—A.R.F.

sebuah kantor mempekerjakanku—tetapi
tidak pernah mengizinkanku libur.

pekerjaanku ialah memotret kota
yang muram
yang mengantuk
yang jalan-jalannya tak pernah lengang.

pekerjaan tambahanku adalah
memikirkan:
apakah orang-orang yang menolak dunia
atau dunia yang menolak orang-orang?

sekali lagi untuk kesekian kali
aku ingin menghapus hari—dan
membiarkan keinginanku hidup
di saat hari belum dimulai.

IMG 20220612 WA0004 1Gilang Sakti Ramadhan lahir di Ampenan, Lombok, 28 November 2000. Alumnus program Belajar Bersama Maestro (BBM) bidang teater di Teater Satu, Lampung. Ia mendirikan  Kedai Buku Klandestin dan sehari-hari bekerja sebagai jurnalis.