19 Tahun Bucin, Pria Ini Nikahi Kekasihnya dengan Mahar Segelas Pasir Besi

Asri dan Anita seorang pasangan yang menikah dengan mahar pasir besi, di Pohgading, Jumat (11/09/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (inside Lombok) – Asri, salah seorang pemuda asal Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur yang menikah dan menggegerkan tetangganya. Pasalnya ia menikahi salah seorang perempuan yang ia cintai sejak lama hanya dengan mahar segelas pasir besi.

Diketahui bahwa istrinya bernama Baiq Embun Anita Alamat Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Dikatakan Asri, perjuangannya untuk mendapatkan hati sang istri cukup lama. Ia mencintai sang istri sejak ia masih duduk di bangku kelas 2 SMA tepatnya pada tahun 2001 di salah satu sekolah yang ada di Lotim. Sedangkan sang istri merupakan adik kelasnya dan juga satu komplek kos-kosan dengan dia.

”Saya menyimpan rasa padanya dan sempat mengutarakan perasaan cinta itu pada saat saya kelas 3 SMA, tapi dia menolak dan kami berkomitmen menjalin hubungan menjadi saudara dan teman,” ucap Asri saat dihubungi Tim Inside Lombok, Jumat (11/09/2020).

Meskipun ditolak menjadi kekasihnya perjuangan cinta Asri tak sampai di situ untuk mejadikan Anita sebagai kekasihnya. Namun setelah Asri tamat dari bangku sekolah, ia tak lagi bertemu dan berkomunikasi dengan Anita, meskipun begitu cintanya pada Anita tak pernah pudar.

”Tamat SMA, saya tidak pernah bertemu dengannya. Bahkan tidak ada komunikasi sedikitpun, namun rasa cinta saya kepadanya tetap saya jaga dan bahkan saya menjadi pemuja rahasianya,” tutur Asri.

Ia kembali bertemu dengan Anita pada tahun 2011 ketika tengah kuliah disalah satu perguruan tinggi yang ada di Lotim. Sejak saat itu mereka menjalin komunikasi lagi sebagai sahabat,nampaknya dengan menjalin persahabatan dengan Anita membuat ia tidak puas.

“Beberapa kali saya nyatakan cinta tapi dia menolak dengan jawaban persahabatan lebih utama dan abadi daripada hubungan kekasih,”ucapnya

Sekian 19 tahun lamanya, perjuangannya pun membuahkan hasil dengan mempersunting Anita menjadi istrinya pada 09 September 2020 lalu dengan mahar segelas pasir besi. Makna dari mahar pasir besi itu diibaratkan seperti cintanya yang tak terhitung dan sangat berharga seperti halnya pasir besi.

“Saya mengumpulkan segelas pasir besi itu dengan penuh perjuangan selama empat hari dengan melawan derai ombak. Pasir besi ini sangat sulit didapat sehingga pasir besi sangat berharga,”katanya.

Sang Istri, Anita mengatakan, ia menerima mas kawin berupa pasir besi dikarenakan filosofi yang terkandung dalam segelas pasir besi itu sangat bermakna dengan kisah hidup yang mereka lalui.

”Perjuangan mencari segelas pasir besi sama halnya dengan memperjuangkan cinta saya. Untuk itu, saya menerima mahar tersebut dengan senang hati,”ucap Anita.

Meskipun hanya pasir besi, Anita merasa bangga mempunyai seorang suami yang telah sejak lama memperjuangkannya. Pihak keluarga dari Anita pun juga menerima keputusan dari anaknya untuk menerima mahar berupa pasir besi.