Bansos Tak Kunjung Disalurkan, Warga Desa Mangkung Gedor Kantor Desa

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Ratusan warga desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah mendatangi kantor desa setempat, Kamis (14/05/2020). Tindakan itu dilakukan warga karena hingga kini bantuan sosial berupa paket sembako Pengaman Jaminan Sosial (JPS) akibat wabah pandemi Covid-19 tidak kunjung disalurkan oleh pihak desa kepada masyarakat.

“Belum ada turun ke masyarakat sumbangan seperti sembako, belum ada sama sekali bantuan akibat Covid-19 itu”, kata salah satu warga, Lalu Kabul.

Karena itu, masyarakat datang ke kantor desa untuk meminta agar pihak desa segera menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Baik itu yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan juga desa.

“Desa-desa lain itu sudah menerima. Dikemanakan bantuan yang bulan kemarin sekarang ini sudah bulan Mei tahap kedua,” cetusnya.

Warga lainnya, Lalu Sayade juga mempertanyakan kenapa pihak desa begitu lamban menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat. Bantuan sosial itu sejatinya sudah mulai dibagikan pada bulan April lalu.

“Kemarin itu data masker Rp86 juta juga ternyata setelah kita tanyakan ke sini, baru diserahkan kemarin”, ucapnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Desa Mangkung, Lalu Badeni dalam kesempatan yang sama mengatakan, data yang masih carut marut menjadi penyebab pihak desa belum menyalurkan paket sembako JPS kepada masyarakat. “Kan seluruh Indonesia masalah data ini”,kata Badeni.

Menurut dia, banyak masyarakat di desa Mangkung yang layak mendapatkan bantuan sosial namun tidak terdaftar ke dalam Basis Data Terpadu (BDT). Akibat hal itu, masyarakat yang tidak terdaftar berbondong-bondong ingin masuk BDT. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan karena BDT tersebut tidak bisa dirubah.

“Kalau PKH sudah disalurkan. Tapi ini adalah dampak Covid-19 bukan soal kemiskinan sehingga semua masyarakat terdampak”, imbuhnya.

Sementara itu, jumlah warga penerima JPS Gemilang Provinsi di Desa Mangkung sebanyak 148 KK. Lalu penerima JPS bersatu Pemkab Loteng sebanyak 220 KK dan penerima bantuan sosial dari pusat sebanyak 148 KK.

Ada juga tambahan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 123 KK dari penerima sebelumnya. Sehingga sisa warga yang belum mendapatkan bantuan sosial dari dana BDT sebanyak 502 KK.

“Tapi jumlah KK di Mangkung ini kurang lebih 4.700 KK. Ini yang kita pikirkan sisanya”,katanya.