Kasihan, Pengungsian Korban Gempa Ini Tergenang Air Hujan

Pengungsian di Dusun Terengan Lauk, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang Kab. Lombok Utara (Sumber foto: Baiq Diah Wiratmaya)

Mataram (Inside Lombok) – Bulan November ini wilayah Lombok sudah mulai memasuki musim penghujanan. Curah hujan yang terus mengguyur sebagian wilayah Lombok ini, makin meresahkan warga terutama bagi para pengungsi korban gempa yang masih beralaskan terpal dan beratapkan tenda sehingga mengganggu kenyamanan warga setempat.

“Basah tendanya, air hujannya masuk ke dalam, malah kemarin ada yang tempat tidurnya basah sama air hujan yang masuk ke tenda karena kan menggenang airnya,” ungkap Yan, salah satu warga Desa Tanjung, Lombok Utara, Rabu (7/11/2018).

Pengungsian di Dusun Terengan Lauk, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang Kab. Lombok Utara (Sumber foto: Baiq Diah Wiratmaya)

Dampak akibat hujan yang terjadi pada beberapa daerah Lombok juga mengakibatkan sebagian tenda sekolah-sekolah rusak dan bahkan sudah tak layak untuk ditempati. Kendala seperti inilah yang mengganggu kegiatan belajar mengajar para murid dan guru.

“Tenda sekolah TK Nurul Hikmah Desa Selat juga sudah ambruk karena hujan jadi tidak bisa dipakai untuk belajar lagi,” ujar Arman, salah satu warga Desa Selat, Narmada, Lombok Barat.

Selain merusak kenyamanan dan keamanan warga saat musim hujan berlangsung, dampak yang meresahkan dari hujan itu sendiri bagi para pengungsian yaitu dapat menimbulkan berbagai macam wabah penyakit.

Pengungsian di Dusun Terengan Lauk, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang Kab. Lombok Utara (Sumber foto: Baiq Diah Wiratmaya)

Deputi Bidang Meteorologi, Drs. Mulyono R. Prabowo, M.Sc, menjelaskan bahwa salah satu faktor terjadinya peningkatan hujan ini karena melemahnya aktivitas aliran massa udara kering dari Australia.

Ia juga memperkirakan adanya potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter di beberapa perairan Indonesia. Untuk daerah Lombok, potensi gelombang tinggi yakni pada Perairan Selatan Jawa hingga Lombok, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok, dan Selat Lombok bagian selatan.

Harapan beberapa warga pengungsian yang masih beratapkan tenda mengharapkan ada bantuan secepatnya dari pemerintah agar aktivitas dan kenyamanan warga tidak terganggu oleh kehadiran hujan. Untuk mengurangi kemungkinan bencana yang tak diinginkan saat musim hujan tiba, sebagai masyarakat yang budiman bisa memulainya dengan menjaga kebersihan lingkungan dari sampah. (IL4)