Kasus Covid-19 di Mataram Diharapkan Tetap Landai Pasca-WSBK

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) –

Kasus penularan Covid-19 pasca-pelaksanaan World Superbike (WSBK) pekan kemarin masih melandai. Bahkan, berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Provinsi NTB hingga 22 November, tidak ada penularan virus yang ditemukan.

“Terkait dengan kondisi Kota Mataram pasca pelaksanaan WSBK, Kota Mataram tetap berkomitmen dengan penangan Covid-19. Kota Mataram saat ini berada pada PPKM level 1,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, Selasa (23/11) di ruang kerjanya.

Dikatakan Nyoman, satgas belum menemukan adanya indikasi klaster WSBK pada pelaksanaan event skala internasional tersebut. “Mudah-mudahan kondisi yang sekarang dialami Pemkot Mataram, 325 lingkungan zona hijau ini bisa kita pertahankan,” katanya.

Landainya kasus Covid-19 pasca-WSBK tersebut menurutnya didukung juga dengan penerapan protokol kesehatan yang diberlakukan dengan ketat. Di mana, penonton yang membeli tiket harus sudah vaksin dua kali, swab antigen dan menggunakan masker.

“Prokes yang ketat menjadi jaminan kita bahwa tidak akan ada klaster baru Covid-19,” ujarnya.

Diterangkan, beberapa hari terakhir kasus Covid-19 di Kota Mataram tidak pernah ada tambahan. Selain itu, pelayanan vaksinasi juga tetap dilakukan dengan maksimal. Mengingat vaksinasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Berdasarkan catatan pihaknya, capaian vaksinasi Covid-19 di Mataram sendiri telah cukup tinggi. Berdasarkan data per 22 November 2021, capaiannya mencapai 99,34 persen atau sebanyak 313.487 jiwa untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua yaitu sebesar 71,22 persen atau sebanyak 224.768 jiwa.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Mataram, Hj. Eka Nurhayati mengatakan pasca-WSBK belum ada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kota Mataram. Untuk saat ini pelayanan pasien justru didominasi oleh pasien regular.

“Belum ada ya. Kan prokes juga ketat di sana,” ujarnya. (azm)