Home Teknologi Sedih, Ada 195 Desa di NTB Masih Susah Sinyal

Sedih, Ada 195 Desa di NTB Masih Susah Sinyal

Ilustrasi

Mataram (Inside Lombok) – Untuk mencapai visi Nusa Tenggara Barat (NTB) Gemilang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB berencana membangun serta mensosialisasikan program-program pemerintah sampai ke desa-desa. Namun kenyataannya, berdasarkan hasil survei Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), di NTB sendiri masih ada 195 Desa yang belum dapat dijangkau oleh jaringan telekomunikasi, baik internet maupun telekomunikasi (Blank Spot).

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) NTB, IGP Aryadi, menerangkan bahwa 195 desa yang wilayah Blank Spot tersebut tersebar di delapan daerah. Yaitu, Kapubaten Lombok Utara (KLU), Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Sumbawa Barat.

“Berdasarkan hasil survei Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dari Kominfo, masih ada 195 desa di NTB yang Blank Spot,” ujar Aryadi kepada Inside Lombok, Jumat (29/03/2019), melalui sambungan telepon.

Kondisi tersebut menurut Aryadi akan menjadi salah satu rintangan pengembangan pembangunan di wilayah desa. Baik dari segi Sumber Daya Manusia maupun Sumber Daya Alam, mengingat kesulitan sinyal di wilayah-wilayah Blank Spot tersebut dapat menghambat penggalian potensi yang sebenarnya memiliki peluang untuk dikembangkan.

“Aksesibilitas menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pembangunan di wilayah desa, baik SDM maupun SDA. Karenanya ketersediaan infrastruktur untuk mengkoneksikan seluruh desa yang masih Blank Spot itu perlu dilakukan,” tegas Aryadi.

Selain itu, Aryadi menerangkan bahwa secara nasional melalui program Indonesia Merdeka Sinyal dari Kominfo, daerah-daerah yang masih dikategorikan Blank Spot tersebut sedang diusahakan untuk mendapatkan akses jaringan telekomunikasi paling lambat tahun 2020 mendatang. Program tersebut merupakan penguatan integrasi jaringan yang telah lebih dulu ada melalui penyediaan akses internet, BTS, dan Backbone Fiber Optik Palapa Ring.

“Kita berharap Pemerintah Pusat bisa segera menuntaskan area-area yang masih masuk Blank Spot ini. Supaya semua daerah di NTB dapat bergerak mau sejajar dengan daerah lainnya,” ujar Aryadi.

Seperti dikutip dari kominfo.go.id Direktur utama BAKTI, Anang Latif, menerangkan bahwa 11% wilayah Indonesia masih masuk sebagai daerah Blank Spot, khususnya di daerah-daerah di area terdepan, terluar dan tertinggal (3T) serta perbatasan.

Menurut Anang, Kominfo melalui BAKTI telah membangun sekitar 8.300 site untuk layanan seluler di Indonesia. Untuk menutupi 11% wilayah yang masih menjadi Blank Spot, setidaknya dibutuhkan 5.000 site.