Sektor Peternakan Susah Maju Tanpa Pabrik Pakan Ternak

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berkunjung ke Northern Territory Cattlemen's Association (NTCA) Cattle Station di Australia, Selasa (25/06/2019) (Inside Lombok/Humas NTB)

Mataram (Inside Lombok) – Salah satu potensi ekonomi di Nusa Tengara Barat (NTB) adalah pada sektor peternakan. Sayangnya potensi ini belum dikelola dengan baik. Untuk itu Gubernur NTB, Zulkieflimansyah (Bang Zul), mencanangkan pembangunan pabrik pakan ternak.

“Kalau NTB mau maju peternakannya, NTB harus memiliki pabrik pakan ternak,” ujar Gubernur, Selasa (25/06/2019).

Hal tersebut disampaikan Bang Zul setelah dirinya mengunjungi wilayah Northern Territory Cattlemen’s Association (NTCA) Cattle Station di Australia, Selasa (25/06/2019) untuk mempelajari langsung sistem pengelolaan peternakan di sana.

Tanpa pabrik pakan ternak, Bang Zul meyakini peternakan di NTB tidak akan maju dan kompetitif. Karenanya, orang nomor satu di NTB itu menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan dan mewujudkan pabrik pakan ternak di NTB.

“Pabrik pakan ternak harus ada di NTB tahun depan,” tegas Bang Zul.

Bang Zul sendiri telah menunjuk tiga Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan rencana tersebut, yaitu Kepala Disnakeswan NTB, Budi Septiani, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Lalu Gita Ariadi, dan Kepala Distanbun NTB, Husnul Fauzi.

Selain target mendirikan pabrik pakan ternak, Bang Zul menegaskan sejumlah target lain juga harus dicapai dalam waktu dekat. Antara lain Pembangunan kawasan industri yang dijanjikan oleh Bappenas, menurut Gubernur harus ditindaklanjuti oleh Kepala Bappeda NTB dan Kadis Perindustrian NTB.

“Pastikan ini paling telat tahun depan sudah kita miliki,” ujar Bang Zul.

Di NTCA sendiri Bang Zul menerangkan bahwa dirinya mendapati aktivitas beternak benar-benar dijalankan dengan profesional dan modern. Tak heran jika produktivitas dan kualitas ternak yang dihasilkan sangat bagus. Hal itulah yang menurut Bang Zul perlu dikembangkan juga di NTB.

“Northern Territory mengirimkan Sapi ke Indonesia tidak kurang dari 800.000 ekor setiap tahun. Peternak di sini memiliki lahan sangat luas dan rata-rata jumlah ternaknya mencapai ribuan,” ujar Bang Zul.

Kesuksesan NTCA dalam mengembangkan sektor peternakan tersebut menurut Bang Zul sangat mungkin ditularkan ke NTB. Mengingat NTB dan wilayah tempat NTCA berada memiliki kesamaan geografis.