Sempat Menolak, 18 Desa di Lotim Kembali Terima JPS

102
Poto beberapa minggu lalu saat persiapan pengepakan JPS kabupaten oleh PD Agro Selaparang di BLKI. (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Sebanyak 18 desa sempat menolak didistribusikan paket JPS kabupaten Lotim pada APBD tahap II. Penolakan ini akibat paket yang diterima tidak sesuai dengan jumlah kepala keluarga penerima pada tahap pertama. Namun, setelah dievaluasi kini 18 desa tersebut akan menerima paket APBD tersebut.

Direktur Utama PD Agro Selaparang, M Suhirman mengatakan 18 desa tersebut menolak dikarenakan data jumlah paket yang mereka terima tidak sesuai dengan jumlah KK yang menerima bantuan tersebut. Namun, setelah disisir dan dievaluasi lagi oleh Disperindag Lotim, 18 desa tersebut akan menerima paket JPS kabupaten pada tahap APBD II.

“Desa yang menolak tersebut akan kita berikan kembali sesuai jumlah kuota paket yang mereka ajukan dan disetujui oleh Dinsos dan Disperindag,” ujarnya di Selong, Minggu (5/7/2020).

Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak berhak untuk memberikan tambahan paket. Dikarenakan pihak PD Agro Selaparang hanya menerima data dari Dinsos Lotim yang akan didistribusikan. Ia mengatakan tidak ada wewenang untuk mengubah data kuota penerima bantuan.

18 desa yang menolak bantuan tersebut diantaranya, Desa Timbanuh, Desa Kembang Kerang, Pringgasela Timur, Keroya, Sakra, Tanak Kaken, Jero Gunung, Rensing Raya, Wakan, Pandanwangi, Pemongkong, Kumbang, Rensing Bat, Bandok, Sapit, Selaparang, Rarang, dan Kesik.

“Minggu ini akan kita distribusikan paket bantuan ke 18 desa yang sebelumnya menolak,” katanya.

Jumlah data penerima yang didapat PD Agro Selaparang dari Dinsos pada APBD II ini sebanyak 76.285 KK. Namun adanya penolakan dari beberapa desa terkait tidak sesuai jumlah penerima, maka data tersebut bertambah menjadi 95.527 KK.

“Ini terakhir kita mendistribusikan, untuk tahap ketiga rencananya akan menggunakan uang tunai, bukan lagi sembako,” pungkasnya.