Syarat Booster Diprediksi Pengaruhi Tingkat Kunjungan Wisatawan

Taman Loang Baloq Kota Mataram. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Kebijakan wajib booster atau vaksin dosis ketiga bagi pelaku perjalanan yang dikeluarkan pemerintah pusat disebut akan berdampak pada kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan dengan adanya kebijakan tersebut perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Masyarakat belum terbiasa dan perlu waktu untuk sosialisasi aturan ini yaitu harus booster,” katanya.

Karena saat ini diakui Denny, tidak saja masyarakat umum, para pegawai juga banyak yang belum booster. “Pegawai pemerintah banyak yang belum booster,” lanjutnya. Kebijakan ini diakuinya pasti berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Meski akan berdampak pada tingkat kunjungan, kebijakan tersebut akan tetap didukung agar kekebalan tubuh terhadap virus lebih kuat. Sehingga Dinas Pariwisata Kota Mataram juga akan ikut membantu mensosialisasikan pentingnya vaksin booster.

Melalui sosialisasi tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait manfaat vaksin tersebut terhadap penangkalan virus. “Jadi kita membantu sosialisasi ke masyarakat agar paham bahwa yg dilakukan pemerintah ini memang harus,” katanya.

Kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah pusat kata Denny, membuat daerah dilema. Pasalnya, saat ini pariwisata sudah mulai bangkit setelah dua tahun dihantam Pandemi Covid-19. “Dilematis kita. Kita lagi bangkit dan aturan itu lagi dampaknya besar ke pariwisata dan harus kita laksanakan perintah dari pusat,” katanya.

Pada bulan Mei lalu okupansi di Kota Mataram mencapai 53 persen. Pada bulan Juni diprediksi mencapai 70 persen terjadi peningkatan.Okupansi sampai kemarin 53 persen. Hal ini terlihat dari kegiatan di perhotelan yang cukup padat.

“Hotel berbintang di kota mataram penuh dan saya rasa untuk bulan Juni naik,” pungkasnya. (azm)