24.5 C
Mataram
Senin, 23 Februari 2026
BerandaMataramPengunaan Bahasa Daerah di NTB Semakin Menurun

Pengunaan Bahasa Daerah di NTB Semakin Menurun

Mataram (Inside Lombok) – Balai Bahasa Provinsi NTB menyoroti kecenderungan berkurangnya penggunaan bahasa daerah, terutama di kawasan wisata. Interaksi intensif dengan wisatawan asing dinilai mempengaruhi pola komunikasi masyarakat yang kini lebih dominan menggunakan bahasa asing, termasuk dalam aktivitas perdagangan.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, mengatakan fenomena tersebut terlihat dari kemampuan berbahasa asing masyarakat di destinasi wisata, mulai dari anak usia sekolah hingga orang dewasa. “Di lokasi destinasi itu sudah jago-jago bahasa asing walaupun kelas III SD. Inaq-inaq juga sudah bisa bahasa asing. Kalau program ini siswa atau masyarakat asing,” katanya.

Sebagai respons, Balai Bahasa menjalankan program Mandalika Bumi yang menyasar desa wisata sebagai bagian dari internasionalisasi bahasa Indonesia. Selain itu, Balai Bahasa juga mengembangkan kelas budaya untuk mengajarkan bahasa Indonesia dan bahasa Sasak kepada wisatawan. Di sektor pendidikan, pihaknya mendorong sekolah melestarikan bahasa daerah melalui mata pelajaran muatan lokal.

Menurut Zamzam, Lombok Tengah telah memulai konsultasi penyusunan buku muatan lokal bersama Balai Bahasa. “Kemarin di Lombok Tengah guru dan pengawas sudah membuat buku mulok. Kami membantu memfinalkan buku dari segi kebahasaannya,” katanya. Ia menambahkan, materi dalam buku tersebut akan mengakomodasi berbagai dialek yang ada agar tetap terjaga.

Balai Bahasa juga telah mendistribusikan kamus bahasa daerah sebagai upaya pelestarian bahasa ibu. “Yang perlu itu membangkitkannya di sekolah dan masyarakat. Itu yang kita butuhkan,” katanya.

Ia mengakui generasi alpha di wilayah perkotaan mulai jarang menggunakan bahasa daerah, namun optimistis bahasa daerah masih hidup di pedesaan. “di desa-desa itu masih pakai bahasa daerah. Misalnya sepak bola antar kampung, peresean juga masih pakai bahasa daerah,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer