BerandaMataramPendampingan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Lingsar, Polisi dan Dinsos Turun Tangan

Pendampingan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Lingsar, Polisi dan Dinsos Turun Tangan

Mataram (Inside Lombok) – Penanganan dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di wilayah Lingsar mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian bersama instansi terkait. Pendampingan terhadap korban dilakukan di kantor desa, (22/4), dengan melibatkan unsur kecamatan hingga Dinas Sosial Lombok Barat.

Personel Polsek Lingsar turun langsung mengawal proses tersebut, didampingi kepala desa serta tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat. Pendampingan ini difokuskan untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan maksimal sejak tahap awal penanganan.

Kasus ini melibatkan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun, yang telah putus sekolah, sebagai terduga pelaku, serta korban seorang anak perempuan berusia 12 tahun. Keduanya menggunakan nama samaran untuk menjaga kerahasiaan identitas.

Kapolsek Lingsar, Iptu Herwin Jonathan Nababan menegaskan, penanganan kasus yang melibatkan anak dilakukan secara hati-hati dan mengedepankan pendekatan perlindungan. “Penanganan kasus anak seperti ini kami lakukan dengan penuh kehati-hatian bersama pihak terkait, agar korban mendapat perlindungan maksimal serta pendampingan yang tepat,” ujarnya, (24/4).

Selain pendampingan, aparat juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga sekitar, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan serta pentingnya peran lingkungan dalam mencegah kasus serupa.

Dinas Sosial Lombok Barat turut mengambil langkah lanjutan dengan merujuk korban ke Sentra Paramita di Suranadi. Upaya ini bertujuan untuk memulihkan kondisi korban, baik dari sisi psikologis maupun sosial.

Kapolsek kembali mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat dalam melindungi anak-anak dari kekerasan. “Peran masyarakat sangat penting untuk segera melapor jika ada kejadian serupa, sehingga penanganan bisa cepat dan korban terlindungi,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Sinergi antara aparat, pemerintah desa, serta instansi terkait diharapkan mampu memberikan perlindungan nyata bagi korban sekaligus menjaga rasa aman di tengah masyarakat. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer