Lombok Timur (Inside Lombok) – Sejumlah pemuda di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim mengganti rencana hadiah umrah bagi kepala desa pemenang lomba lampu hias dan kebersihan lingkungan dengan hadiah yang menyasar pemuda dan masyarakat. Permintaan itu disampaikan menyusul pernyataan Bupati Lotim yang akan memberikan hadiah umrah kepada kepala desa jika desanya terpilih sebagai pemenang. Hal tersebut dinilai tidak tepat karena kegiatan lomba dinilai lebih banyak melibatkan partisipasi masyarakat dan pemuda.
Salah satu pemuda Desa Batu Putik, Yobi Purnomo, menilai pemberian hadiah secara personal kepada kepala desa tidak etis. Ia mengusulkan agar hadiah diberikan dalam bentuk anggaran pembinaan yang dapat dimanfaatkan oleh pemuda di setiap dusun.
“Lebih baik dalam bentuk hadiah pembinaan uang pemuda saja, sehingga pemerintah desa juga tidak diserang oleh warga,” tegasnya, Sabtu (28/02/2026).
Yobi menjelaskan, pemasangan lampu hias di hampir setiap desa dilakukan melalui iuran atau gotong royong per dusun maupun per RT tanpa menggunakan dana desa. Ia menyebutkan partisipasi masyarakat menjadi sumber utama pembiayaan kegiatan tersebut.
“Setiap warga itu iuran Rp5 ribu – Rp10 ribu per kepala keluarga. Kami tak memaksakan warga yang tak punya uang, hanya saja kami memasang lampu sejumlah anggaran yang terkumpul,” paparnya.
Sementara itu, pemuda lainnya di Lotim, Zamroni, mengapresiasi inisiatif Bupati Lotim dalam menyelenggarakan lomba lampu hias dan kebersihan sebagai bagian dari kemeriahan Ramadhan. Namun, ia menyoroti ketidakjelasan konsep, mekanisme penilaian, petunjuk teknis, serta informasi hadiah yang tidak disampaikan sebelumnya kepada seluruh desa.
“Lomba ini bagus, tapi konsepnya tidak jelas. Ini memperlombakan barang yang sudah jadi namanya, dan Kades yang tidak pernah terlibat turun tangan bahkan uangnya tidak pernah kita minta, malah dia yang dapat hadiah,” katanya.
Zamroni meminta Pemerintah Daerah Lotim mempertimbangkan kembali bentuk hadiah agar lebih menyasar pemuda dan masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Daerah Lotim terkait usulan tersebut.

