29.5 C
Mataram
Minggu, 1 Maret 2026
BerandaLombok TengahBendungan Batujai Disepakati Jadi Hub Seaplane

Bendungan Batujai Disepakati Jadi Hub Seaplane

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Bupati Lombok Tengah (Loteng) Lalu Pathul Bahri, menandatangani kerja sama dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) untuk menjadikan Bendungan Batujai sebagai hub dan hangar seaplane, Sabtu (28/2). Penandatanganan dilakukan di ruang Direktur Utama Bank NTB Syariah Mataram, disaksikan Gubernur NTB, Menteri Perhubungan RI, serta para Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan. Rencana ini bertujuan meningkatkan konektivitas pariwisata di NTB melalui transportasi udara berbasis perairan.

Menurut Pathul, Bendungan Batujai akan menjadi penghubung antar kabupaten/kota di NTB melalui layanan seaplane. “Nanti Bendungan Batujai sebagai penghubung antar kabupaten Kota di NTB melalui seaplane tersebut,” ujar Pathul.

Ia menambahkan, Bendungan Batujai telah siap difungsikan sebagai hangar pendaratan seaplane. “bendungan batujai sebagai hanggar sudah sangat siap. Kami mendukung rencana ini,” imbuh Pathul.

Pathul menyebutkan, keberadaan seaplane diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM serta menjadi pusat destinasi wisata baru. Ia juga memastikan bahwa uji analisis dampak lingkungan telah dilakukan oleh PT AMAN bersama pemerintah provinsi dan kabupaten dengan hasil tidak ditemukan dampak negatif terhadap lingkungan maupun aktivitas nelayan.

“semua sudah dikaji dan dianalisis dampak baik buruknya, dan insyaallah tidak ada dampak negatif ditimbulkan terhadap lingkungan,” jelasnya.

Gubernur NTB Lalu, Muhammad Iqbal, menyatakan Bendungan Batujai direncanakan menjadi hub pertama seaplane di Indonesia untuk mendorong wisatawan berkualitas menikmati berbagai destinasi di NTB. Hingga September 2025, jumlah wisatawan mancanegara ke NTB tercatat lebih dari 806 ribu orang.

“Terutama destinasi Mandalika, Senggigi, Gili, Pulau Moyo dan Tambora Melalui visi Gubernur Iqbal NTB Makmur Mendunia layanan transportasi seaplane akan mendorong peningkatan pemasukan bagi pemerintah daerah khususnya dari sektor pariwisata,” kata Iqbal.

Direktur PT Abadi Mega Angkutan Nusantara, Michael Nicholas, menyampaikan seaplane direncanakan mulai beroperasi tahun ini untuk mendukung event internasional di Sirkuit Mandalika seperti MotoGP dan Asia Talent Cup, dengan target operasional pada Juni 2026.

“Kita ingin menghadirkan wisata yang nyaman, aman, langsung dan cepat, dan kehadiran seaplane akan memberikan kecepatan bagi wisatawan berkualitas yang memiliki uang namun waktu yang terbatas. Rencananya bulan Juni 2026 sudah mulai beroperasi,” katanya.

Ia menambahkan, penerbangan dari Malaysia, Australia, Thailand, serta Timur Tengah diharapkan meningkat, dengan rute awal di wilayah NTB sebelum ekspansi ke luar daerah seperti Bali. PT Abadi akan berinvestasi sekitar Rp450 miliar untuk pembangunan hangar dan pengadaan pesawat seaplane di NTB.

“Untuk awal rute sementara sekitar NTB saja dahulu, namun kita akan expansi ke luar NTB seperti Bali,” ungkapnya. “Nanti akan banyak tenaga kerja yang bisa diserap dari kerjasama ini,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer