Mataram (Inside Lombok) – Sektor pendidikan digital di Indonesia memasuki babak baru. Kelas Pintar, perusahaan penyedia solusi pendidikan berbasis teknologi, resmi memperkenalkan rangkaian pembaruan besar pada platformnya. Transformasi ini tidak hanya menyasar aspek visual, tetapi juga menyuntikkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab tantangan belajar generasi zilenial.
Founder dan CEO Kelas Pintar, Fernando Uffie, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam mengawal digitalisasi pendidikan yang kian dinamis. Menurutnya, teknologi harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan peserta didik yang menuntut kecepatan dan efisiensi.
”Inovasi ini bertujuan mengikuti perkembangan zaman sekaligus menjawab tantangan generasi peserta didik di Indonesia. Kami melihat AI bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata bagi dunia pendidikan,” ujarnya, Selasa (3/3).
Penerapan AI pada platform Kelas Pintar dirancang untuk menyederhanakan tugas-tugas kompleks, baik bagi tenaga pendidik maupun siswa. Bagi guru, tersedia fitur Classroom Activity Generator. Fitur ini memungkinkan guru menyusun skenario pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia di sekolah secara otomatis. ”Guru kini bisa mendapatkan ide pembelajaran kolaboratif dan memberikan tugas yang berbeda berdasarkan kemampuan masing-masing murid secara lebih mudah,” terangnya.
Tak hanya itu, efisiensi penilaian juga ditingkatkan melalui fitur Objective to Subjective yang mampu mengubah soal pilihan ganda menjadi uraian, serta Subjective Paper Evaluation untuk mengoreksi jawaban esai secara otomatis. Fitur ini diklaim mampu membantu guru mengidentifikasi titik lemah siswa secara lebih presisi.
“Sedangkan dari sisi siswa, kemandirian belajar didukung oleh fitur Instant Doubt Solver. Murid cukup mengunggah foto soal atau mengetik pertanyaan untuk mendapatkan penjelasan instan dari AI,” ucapnya.
Selain penguatan mesin AI, Kelas Pintar juga merombak total antarmuka (interface) mereka. Mengusung konsep clean and compact, navigasi platform kini dibuat lebih sederhana untuk meminimalisir hambatan teknis saat proses belajar mengajar berlangsung.
Sementara itu, dijelaskan bahwa aspek performa dan keamanan data juga menjadi prioritas dalam pembaruan kali ini. Sistem kini diklaim lebih responsif dan stabil guna melindungi privasi pengguna. ”Kami berharap pembaruan tampilan dan kemudahan navigasi ini membuat murid lebih fokus. Guru pun bisa memaksimalkan platform ini tanpa kendala teknis yang berarti,” pungkasnya.

