26.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Maret 2026
BerandaLombok UtaraPemkab KLU Targetkan Ribuan Titik Lampu Jalan Melalui Skema KPBU

Pemkab KLU Targetkan Ribuan Titik Lampu Jalan Melalui Skema KPBU

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU) menargetkan pemasangan 7.000 titik lampu jalan baru melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai bagian dari program KLU Terang. Program ini disiapkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penerangan jalan yang selama ini dinilai berjalan lambat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KLU, M. Iwan, mengatakan skema KPBU dipilih karena memungkinkan pembangunan infrastruktur dilakukan terlebih dahulu oleh pihak ketiga, sementara pemerintah daerah melakukan pembayaran secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.

“Modelnya menyerupai kredit perumahan. Pihak ketiga yang memasang semua perangkatnya di depan, lalu pemerintah daerah mencicil pembayarannya sesuai kapasitas fiskal kita, bisa bulanan atau per triwulan,” ujarnya, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan nilai proyek tahap awal diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar dengan target pemasangan 7.000 titik lampu jalan. Skema ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan dibandingkan jika hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Menurutnya, selama 17 tahun terakhir pemerintah daerah baru mampu membangun sekitar 4.000 titik lampu jalan. Padahal, kebutuhan penerangan jalan di wilayah KLU diperkirakan mencapai 11.000 hingga 15.000 titik.

“Selama 17 tahun kita baru mampu membangun sekitar 4.000 titik lampu. Padahal kebutuhan kita sebenarnya antara 11.000 sampai 15.000 titik,” tuturnya.

Program KLU Terang akan menyasar tidak hanya jalan kabupaten, tetapi juga jalur strategis provinsi dan nasional. Lampu berteknologi terbaru direncanakan dipasang di pusat ekonomi, jalur wisata, dan titik rawan, sementara lampu lama yang masih layak pakai akan dipindahkan ke wilayah pelosok.

“Lampu baru dengan teknologi lebih baik kita tempatkan di area dengan mobilitas tinggi. Lampu lama kita geser ke pelosok. Jadi, semua lapisan masyarakat tetap merasakan manfaat penerangan tanpa harus menunggu anggaran baru dalam waktu lama,” terangnya.

Iwan mengatakan pemilihan Kota Madiun sebagai referensi program dilakukan setelah pemerintah daerah melakukan studi banding dan melihat keberhasilan kota tersebut dalam mempercepat pembangunan penerangan jalan.

“Madiun punya kemiripan dengan kita, tapi mereka mampu melakukan lompatan besar. Potensi kita sebenarnya tidak kalah, inilah yang memicu optimisme kami untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur penerangan,” ungkapnya.

Pemkab KLU berharap percepatan pembangunan penerangan jalan ini dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan keamanan lingkungan, serta memperkuat sektor pariwisata di daerah tersebut.

- Advertisement -

Berita Populer