Mataram (Inside Lombok) – Pendapatan juru parkir (jukir) di sejumlah lokasi pertokoan pakaian di Kota Mataram meningkat seiring membludaknya pengunjung yang berbelanja menjelang Hari Raya Idulfitri. Bahkan, dalam satu hari pendapatan jukir bisa mencapai Rp1 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa, Selasa (10/3/2026).
Salah seorang koordinator juru parkir di Kota Mataram, Nengah, mengatakan peningkatan kunjungan ke toko pakaian mulai terjadi sejak awal Maret dan diperkirakan terus meningkat hingga H-1 Idulfitri. Kepadatan kendaraan juga menyebabkan sejumlah ruas jalan di sekitar pertokoan menjadi padat.
“Apalagi malam hari. Tidak bisa menampung di tempat parkir yang kita siapkan,” katanya.
Ia menyebutkan, dalam sehari pendapatan para jukir dapat mencapai Rp1 juta bahkan lebih. Sementara pada hari biasa, pendapatan berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Meski meningkat, pendapatan tersebut dibagi kepada anggota lain yang turut membantu mengatur kendaraan.
Pada bulan puasa, ia melibatkan sekitar delapan orang untuk membantu pengaturan parkir karena tingginya volume kendaraan yang datang ke kawasan pertokoan. “Ada delapan orang ini yang kita ajak untuk bisa mengatur kendaraan. Kalau sendiri, kewalahan,” katanya.
Untuk menampung kendaraan pengunjung, sejumlah ruas jalan dan gang di sekitar pertokoan juga dimanfaatkan sebagai area parkir tambahan. Kepadatan kendaraan biasanya mulai terjadi pada sore hingga malam hari, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang datang ke Mataram untuk berbelanja maupun menghadiri kegiatan lain seperti berbuka puasa bersama.
“Ini gang kita buat jadi tempat parkir. Karena kalau di sini saja tidak cukup,” katanya.
Ia menambahkan, lokasi parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat telah diatur agar lebih tertib dan mengurangi potensi kemacetan di sekitar kawasan pertokoan. “Kita atur tempat parkir mobil dan motor,” katanya.

